Apakah Anda tahu strategi untuk mengurangi risiko investasi? Salah satu strategi mengurangi resiko investasi adalah dengan diversifikasi. Artikel ini akan menjelaskan strategi diversifikasi investasi untuk mengurangi risiko. Jadi simak pembahasan tentang strategi investasi ini hingga akhir.

Contents
Definisi Diversifikasi
Apa itu diversifikasi investasi? Diversifikasi merupakan strategi dengan menempatkan dana di berbagai instrumen investasi. Di mana investasi ini dengan tingkat risiko dan potensi keuntungan yang berbeda. Strategi ini biasa ahli sebut sebagai alokasi aset (asset allocation).
Alokasi aset ini lebih fokus terhadap penempatan dana di berbagai instrumen investasi. Dan alokasi aset bertujuan untuk :
- menjaga keseimbangan portofolio investasi,
- mengurangi tingkat risiko kerugian secara keseluruhan, dan
- tetap memberikan potensi tingkat keuntungan yang cukup bahkan bisa meningkat.
Studi Kasus
Berikut ilustrasi dari strategi diversifikasi investasi. Misalnya, bila Anda memiliki dana sebesar Rp 250 juta. Lalu terapkan di dua penempatan berikut :
Penempatan 1
Dan menempatkan seluruh dana dalam instrumen deposito yang memberikan bunga sebesar 7 persen, selama 25 tahun. Maka dana tersebut akan berkembang menjadi sekitar Rp 1,35 miliar.
Penempatan 2
Namun jika Anda membagi dana sebesar Rp 250 juta tersebut dalam 5 bagian seperti berikut ini :
- Rp 50 juta pertama untuk membeli undian. Seperti orang lain, yang juga membeli undian, Anda kehilangan semua dana tersebut. Setelah 25 tahun, dana sebesar Rp 50 juta menjadi “nol”.
- Bagian kedua, menempatkan Rp 50 juta di bawah bantal. Setelah 25 tahun, nilainya tetap Rp 50 juta.
- Bagian ketiga, Anda membuka tabungan dengan bunga sebesar 5 persen sebesar Rp 50 juta. Setelah 25 tahun dana tersebut berkembang menjadi sekitar Rp 169 juta.
- Bagian keempat, Anda menempatkan Rp 50 juta di deposito dengan tingkat suku bunga 7 persen, di mana akan bertumbuh menjadi Rp 271 juta setelah 25 tahun.
- Di bagian terakhir, Anda menempatkan Rp 50 juta sisanya di saham, dan memberikan tingkat keuntungan sebesar 14 persen selama 25 tahun, sehingga dana tersebut berkembang menjadi Rp 1,32 miliar.
Jadi total dana yang Anda tempatkan pada 5 alternatif investasi menjadi sekitar Rp 1,81 miliar.
Penempatan kedua memberikan dana lebih sebesar sekitar Rp 460 juta daripada bila menempatkan semua dana di deposito. Walau pada bagian pertama kehilangan semua investasi dan tidak berkembang pada bagian kedua. Serta mengambil risiko pada bagian kelima dengan menginvestasikan di saham.
Satu Portofolio vs. Banyak Portofolio
Tiap keluarga pasti punya banyak tujuan berbeda. Mulai dari membeli rumah sampai menyiapkan biaya pendidikan untuk anak.
Lalu apakah perlu punya portofolio investasi untuk masing-masing prioritas tujuan?
Dengan memiliki banyak portofolio, yang Anda tujukan untuk prioritas tujuan yang berbeda, risiko dapat Anda minimalisir. Namun ini dapat memakan banyak waktu untuk mengorganisasikannya dan meninjau serta merevisinya bila Anda butuhkan.
Dua hal yang perlu Anda pertimbangkan dalam memiliki banyak portofolio :
- Memiliki setiap instrumen investasi pasti mengandung biaya, baik fee manajemen, biaya pembelian, penjualan dan pengalihan untuk reksadana dan biaya transaksi untuk jual beli saham.
- Bila kita secara aktif mengikuti perkembangan portofolio kita, maka sangat mungkin akan menghabiskan 10 jam sebulan (atau lebih) untuk menganalisa apa yang kita miliki.
Jenis Diversifikasi
Ada beberapa tipe / jenis alokasi aset, yaitu seperti :
1. Berdasarkan Kelas Aset
Jenis ini membagi investasi ke berbagai kelas aset, seperti :
- emas,
- saham,
- obligasi,
- properti,
- reksa dana,
- dan lainnya.
2. Berdasarkan Geografis
Membagi investasi ke berbagai wilayah geografis untuk mengurangi risiko akibat kondisi ekonomi suatu negara atau wilayah tertentu.
3. Berdasarkan Sektor Industri
Membagi investasi ke berbagai sektor industri untuk mengurangi risiko akibat :
- fluktuasi harga komoditas,
- perubahan tren industri,
- atau yang lainnya.
Pentingnya Strategi Diversifikasi Investasi
Alokasi aset sangat penting bagi investor, seperti :
- Bagi investor pemula, bisa membantu mengurangi risiko kerugian di awal investasi.
- Bagi investor berpengalaman, bisa membantu menjaga keseimbangan portofolio dan meningkatkan potensi keuntungan dalam jangka panjang.
Jadi Anda perlu memahami konsep alokasi aset dan menerapkannya dalam portofolio investasi. Dengan begitu investor dapat mencapai tujuan keuangan dengan lebih baik dan mengurangi risiko kerugian yang mungkin terjadi.
Penting untuk diperhatikan :
Tetap tempatkan dana untuk tujuan jangka pendek dalam instrumen investasi jangka pendek. Dan alokasi dana untuk prioritas tujuan jangka panjang dalam instrumen jangka panjang.
Demikian info tentang strategi diversifikasi investasi untuk mengurangi risiko semoga bermanfaat. Untuk materi jenis risiko investasi bisa klik link yang ada.




Add comment