Apakah Anda sedang berpikir untuk membeli sesuatu tapi tidak memiliki uang tunai yang cukup? Bila iya, Anda jangan terburu-buru untuk membelinya, sebelum menerapkan tips mengambil hutang di artikel ini. Jadi simak artikel kelola hutang ini hingga akhir.

Tips Mengambil Hutang bagi Karyawan
Anda mungkin sedang berpikir-pikir ingin membeli sesuatu, misalnya seperti :
- mobil,
- motor,
- rumah,
- komputer,
- barang elektronik,
- atau barang lainnya.
Namun, Anda tidak memiliki uang tunai yang cukup untuk pembelian tersebut karena beberapa alasan, seperti :
- uang tunai Anda ada, tapi terlalu ngepas.
- belum ada bisnis atau pekerjaan sampingan yang cepat menghasilkan uang tunai.
Atau Anda memang betul-betul tidak mempunyai uang tunai sementara barang yang ingin Anda beli dirasa urgent.
Mungkin Anda mulai berpikir dan mempertimbangkan untuk membeli dengan cara kredit (hutang). Berikut sejumlah tips mengambil hutang / SmartFin bila Anda ingin membeli sesuatu dengan cara berhutang :
1. Pilih Dengan Siapa Anda Berhutang
Ketika ingin membeli sesuatu secara kredit, pikiran Anda seringkali lebih terfokus pada bagaimana caranya agar permohonan hutang disetujui. Kadang-kadang hanya agar permohonan itu disetujui, Anda melakukan kebohongan-kebohongan kecil, seperti :
- lama bekerja,
- jumlah penghasilan,
- atau hal- hal semacam itu.
Padahal, Anda sering kali lupa bahwa ada perjuangan baru yang harus dilakukan segera setelah mendapatkan hutangan itu, yaitu bagaimana cara Anda untuk bisa membayarnya kembali.
Banyak orang yang kadang-kadang tidak bias lancar saat membayar kembali hutang-hutangnya. Penyebabnya ada bermacam-macam, seperti :
- jumlah angsurannya tidak sebanding dengan penghasilan yang kecil,
- penghasilannya tiba-tiba harus hilang karena di-PHK,
- jumlah cicilannya yang terlalu besar,
- dan seterusnya.
Repotnya, pihak yang Anda hutangi sering kali tidak mau tahu problem Anda. Mereka ingin hutang-hutang yang mereka berikan dibayar. Bahkan, tidak semua pihak yang Anda hutangi itu bisa bernegosiasi, dan juga bahkan terlalu sulit untuk menegosiasikan perpanjangan masa pengembaliannya.
Oleh karena itu, ketika ingin berhutang atau membeli sesuatu secara kredit: pilihlah pada siapa Anda ingin berhutang atau membeli sesuatu secara kredit. Carilah pihak yang yang bisa fleksibel bernegosiasi kalau Anda sedang tidak mampu membayar (padahal Anda benar bermaksud ingin membayar).
Siapa saja pihak yang sulit Anda ajak bernegosiasi dan siapa juga yang fleksibel? Berikut urutan mulai dari pihak yang sulit Anda ajak bernegosiasi hingga pihak yang paling fleksibel :
- Rentenir
- Perusahaan Pembiayaan (leasing & leaseback)
- Bank
- Pegadaian
- Kantor atau Koperasi Kantor
- Teman atau Saudara
- Orang Tua atau Mertua
- Pasangan
Jadi, ingatlah, dengan siapa Anda berhutang akan menentukan bagaimana “nasib” keuangan Anda bila kelak Anda sedang tidak bisa membayar kembali hutang-hutang Anda.
2. Ambil Cicilan Hutang yang Sesuai dengan Penghasilan
Bukan satu dua kali hanya karena ingin mendapatkan hutangan, seseorang menyanggupi jumlah cicilan yang besar. Mungkin orang itu lupa jika jumlah cicilan yang besar seringkali dapat memberatkan keuangannya sendiri.
Contoh :
Ada orang yang kadang-kadang menyanggupi kredit pembayaran kulkas sebesar Rp 750 ribu sebulan, padahal penghasilannya tidak sampai Rp 1,5 juta per bulan. Bahkan, orang ini kadang-kadang berani mengambil lagi satu hutangan baru sehingga penghasilannya sendiri tidak banyak tersisa.
Tips mengambil hutang :
Cobalah mengambil hutangan yang cicilannya memang sesuai dengan penghasilan Anda. Jangan sampai gara-gara bayar cicilan, penghasilan Anda hanya bersisa sedikit. Sehingga tidak dapat Anda nikmati. Usahakan total cicilan hutang Anda hanya mencapai 30 persen dari penghasilan Anda.
Katakan saja penghasilan Anda Rp 1 juta per bulan. Ini berarti, kalau mengambil hutang atau membeli sesuatu secara kredit, Anda hanya bisa mengambil pilihan cicilan sebesar maksimal Rp 300 ribu per bulan. Lebih-lebih sedikit bolehlah, tidak usah kaku; yang penting sekitar 30 persen dari penghasilan Anda.
Bagaimana kalau ingin mengambil dua hutang? Boleh, asalkan total cicilannya tetap sekitar 30 persen dari Rp 1 juta. Mungkin cicilan barang A sebesar Rp 200 ribu sebulan, sedangkan cicilan barang B Rp 100 ribu sebulan.
Kenapa harus memakai aturan 30%? Kalau Anda menggunakan sekitar, katakan 60 persen dari penghasilan bulan Anda hanya untuk membayar cicilan, hutang Anda memang akan cepat habis, tapi Anda tidak bisa membayar semua pengeluaran Anda yang lain.
Akibatnya, bila kebutuhan di rumah tak terpenuhi, maka konsentrasi kerja bisa terganggu. Bayangkan saja gaji Anda lumayan, tapi Anda tidak bisa menikmatinya karena sebagian besar digunakan untuk membayar cicilan. Sayang, kan?
Orang yang kebanyakan dalam membayar cicilan sering kali tidak bisa membayar kembali cicilan hutangnya. Karena biasanya ia lebih mendahulukan untuk membeli kebutuhan. Akhirnya, uang untuk bayar cicilan keburu terpakai untuk beli kebutuhan. Sehingga tidak ada uang lagi untuk membayar cicilan.
3. Perhatikan Prosedur Pembayaran Hutang
Pernahkah Anda melihat orang yang sering kesulitan membayar cicilan hutang? Bukan karena orang itu tidak sanggup membayar, bukan juga karena cicilan hutangnya jauh melebihi aturan Anda yang 30 persen dari penghasilan. Jadi, lebih pada prosedur pembayarannya.
Anggap saja Anda memiliki gaji sekitar tanggal 25 tiap bulan. Anda kebetulan mempunyai hutang yang cicilannya wajib dibayar setiap tanggal 20. Katakan saja pada periode tanggal 15 – 20 setiap bulan. Kira-kira, apa yang akan terjadi?
Banyak orang bukannya bayar cicilan, tapi keburu menghabiskan uangnya untuk mereka belanjakan. Kalau dapat gaji tanggal 25, sementara bayar hutangnya tanggal 15 – 20 bulan depannya, wajar saja kalau Anda tergoda untuk memakainya terlebih dahulu. Akhirnya, uang Anda habis.
Jadi, kalau gaji Anda didapat setiap tanggal 25, kenapa Anda tidak mencoba “menawar” agar periode pembayaran hutang itu bisa diubah ke tanggal 27 – 30? Atau 1 – 5? Ingat, keterlambatan pembayaran hutang sering berakibat denda yang sebenarnya tidak perlu.
Sekian informasi perihal tips mengambil hutang yang tepat bagi karyawan, kami harap postingan kali ini membantu kawan-kawan semua. Kami berharap post karyawan bisa kaya dan tips berhutang ini kalian bagikan supaya semakin banyak yang mendapat manfaat.




Add comment