Tips bagi Karyawan yang Berhutang

Tips bagi Karyawan yang Berhutang Agar Tidak Stres

Bagaimana kalau pada saat ini Anda yang hanya seorang karyawan tetapi sudah terlanjur memiliki hutang? Bila itu terjadi, terapkan artikel kelola hutang tentang trik dan tips bagi karyawan yang berhutang ini hingga selesai.

Tips bagi Karyawan yang Berhutang

Tips bagi Karyawan yang Berhutang

Banyak di antara karyawan yang memiliki hutang, malah terpuruk dengan hutang-hutang tersebut. Suatu kali ada sebuah iklan teve yang menggambarkan tentang bagaimana seorang karyawan yang :

  • bekerja dengan sangat baik di kantornya, dan
  • memiliki gaji cukup baik.

Tapi gara-gara hutangnya banyak, ia hampir menghabiskan seluruh gajinya untuk membayar hutang. Dengan demikian, ia tidak sempat lagi merasakan besarnya gaji yang ia peroleh.

Kalau Anda tidak ingin seperti orang yang ada di iklan itu, bagaimana kalau Anda simak tips-tips SmartFin berikut? Mudah-mudahan dengan beberapa tips berhutang ini, Anda tidak akan stress kalaupun mempunyai hutang.

a. Tinjau Kembali Kemampuan dalam Membayar Cicilan

Total cicilan hutang Anda sebaiknya tidak lebih dari 30 persen penghasilan Anda. Namun, bagaimana kalau setelah Anda hitung-hitung, total cicilan mencapai 50 persen dari penghasilan Anda? Coba ubah ke 30 persen. Tips bagi karyawan yang berhutang terjadi hal ini yaitu dengan negoisasi.

Misalnya :

Penghasilan Anda per bulan mencapai Rp 3,5 juta. Kebetulan Anda memiliki tiga hutang sebagai berikut:

  1. Rumah, sebesar Rp 500 ribu per bulan, bayar ke bank.
  2. Motor, sebesar Rp 300 ribu per bulan, bayar ke sebuah perusahaan leasing.
  3. Uang tunai, sebesar Rp 600 ribu per bulan, bayar ke seorang teman yang pernah berbaik hati meminjamkan uang.

Total cicilan Rp 1,4 juta per bulan. Berarti, sama dengan 40 persen dari penghasilan Anda. Jadikan total cicilan Anda 30 persen saja dari penghasilan Anda atau sekitar Rp 1,05 juta per bulan.

Caranya dengan melakukan negosiasi kepada salah satu di antara pemberi hutang, dan minta agar jumlah cicilannya bisa ia kurangi. Diharapkan total cicilan Anda bisa hanya sekitar 30 persen dari penghasilan atau berkurang sebesar Rp 350 ribu per bulan.

Negosiasi Paling Mudah dengan Teman

Dari contoh di atas yang paling fleksibel dan bisa Anda negosiasi adalah teman. Jadi, cobalah datang ke teman Anda. Siapa tahu Anda bisa melakukan negosiasi dengan mengubah cicilan.

Di mana cicilan yang tadinya Rp 600 ribu per bulan menjadi hanya Rp 250 ribu per bulan. Konsekuensinya, paling-paling Anda harus bersedia memperpanjang jangka waktu pembayaran.

Hal itu tidak menjadi masalah, yang penting cicilan tersebut tidak memberatkan Anda setiap bulan. Biasanya, penghasilan Anda setiap tahun naik, bukan? Dengan demikian, lama-lama total cicilan Anda mungkin tidak lagi menghabiskan 30 persen penghasilan Anda, tapi hanya menjadi 25 persen atau 20 persen dari penghasilan Anda yang sudah naik.

Sekali lagi, bila sekarang Anda sudah mempunyai hutang, tinjau kembali kemampuan Anda dalam membayar cicilan. Kalau ternyata cicilan tersebut memberatkan Anda, jangan ragu melakukan negosiasi. Itulah karenanya, penting sekali bagi Anda memilih pada siapa Anda akan berhutang.

b. Jalin Hubungan dengan Kreditur

Anda sering kali melihat banyak orang yang setelah mendapatkan hutang, bukannya menjalin hubungan dengan si pemberi hutang (kreditur), malah menjauh. Dan kadang-kadang malah “menghilang dari peredaran”.

Tips bagi karyawan yang berhutang lainnya yaitu cobalah jalin hubungan dengan si pemberi hutang. Menjalin hubungan dengan banyak orang bisa sangat banyak berguna untuk pekerjaan dan usaha Anda. Selain itu, menjalin hubungan bisa sangat bermanfaat kalau suatu saat Anda mengalami kesulitan membayar hutang.

Hubungan yang erat dengan si pemberi hutang kadang-kadang memang bisa membantu dalam memudahkan negosiasi kalau kelak Anda sedang tidak bisa membayar hutang.

Ini memang tidak selalu mudah Anda lakukan. Tapi cobalah sekali-sekali mengajak pemberi kredit Anda di bank untuk makan bersama. Atau, kalau Anda meminjam dari teman, sering-seringlah melakukan kegiatan bersama dengannya kalau waktu Anda memang senggang.

Bayangkan kalau Anda tidak menjalin hubungan! Hubungan Anda dengan si pemberi kredit hanya sebatas hitam putih, hanya business as usual atau hanya seperlunya saja. Kalau Anda kelak lagi tidak bisa bayar, dan mencoba bernegosiasi, sering kali negonya menjadi alot. Ini karena sebelumnya Anda tidak memiliki kedekatan hubungan pribadi.

c. Kadang-Kadang, Tidak Apa-Apa Melakukan Gali Lubang Tutup Lubang

Terkadang, kalau orang sedang mempunyai hutang dan sudah waktunya membayar kembali, akan tergoda untuk meminjam fresh money dari pihak lain. Ini ia lakukan untuk menutup hutang yang lama.

Ketika sudah waktunya membayar kembali, kadang Anda tergoda juga untuk mengambil hutangan baru guna menutup hutang lama. Begitu seterusnya. Inilah yang disebut gali lubang tutup lubang.

Gali lubang tutup lubang bisa Anda lakukan dengan kondisi berikut :

1. Bunga

Bunga dari Pihak Baru yang Anda ambil hutangannya (jauh) lebih kecil daripada Pihak Lama yang Anda hutangi. Sebagai contoh, Anda berhutang ke teman sebesar Rp 5 juta dengan bunga 2 persen sebulan. Tidak apa-apa kalau Anda mengambil hutang baru untuk menutup hutang lama kalau memang bunganya hanya 1 persen sebulan.

2. Pindah Kreditor

Terjadi perpindahan kreditor, dari yang “kaku untuk dinegosiasikan” ke menjadi pihak yang “lebih fleksibel untuk dinegosiasikan”. Contohnya, Anda meminjam uang ke orang tua untuk membayar hutang-hutang Anda ke bank. Orang tua jelas lebih fleksibel daripada bank kalau Anda sedang tidak bisa membayar hutang-hutang Anda.

3. Belum Punya Uang

Sudah waktunya Anda membayar hutang tapi Anda tidak mempunyai uang sama sekali. Dan bila tidak Anda bayar, maka Anda akan kena denda yang cukup besar.

Jika kasusnya seperti itu maka Anda boleh melakukan gali lubang tutup lubang. Sepanjang hutang yang baru tersebut kelak tidak Anda bayar lagi dari lubang yang baru. Jangan sampai Anda terus-menerus gali lubang tutup lubang dalam membayar hutang-hutang hanya gara-gara tidak mempunyai uang. Cukup sekali saja!

Baca juga : Tips Berhutang bagi Karyawan yang Tepat

Demikian informasi tentang tips bagi karyawan yang berhutang, semoga postingan kali ini mencerahkan kawan-kawan semua. Kami berharap postingan karyawan bisa kaya ini kalian bagikan agar semakin banyak yang mendapatkan manfaat.

Add comment

Jasa Backlink

Berikut niche untuk jasa Backlink berupa Content Placement (CP) atau Guest Post di website kami ini :

Bisnis | Fashion | Gadget | Gaya Hidup | Kecantikan | Kesehatan | Kuliner | Motivasi | Otomotif | Pendidikan | Properti | Religi | Teknologi | Wisata | Jasa & Layanan | Olahraga | Hiburan | Finance | Makanan & Minuman (Kuliner) | Keuangan | Gagdet | Herbal | Musik | Seni | Buku | Interior | Movie | Traveling | Game | Programing | Hobi

Selengkapnya langsung kontak kami di sini

Your Header Sidebar area is currently empty. Hurry up and add some widgets.