Sumber Pendanaan Pengembangan Usaha

Sumber Pendanaan Pengembangan Usaha yang Bisa Dipilih

Apakah Anda ingin mengembangkan usaha / perusahaan? Bila iya, pasti membutuhkan banyak dana segar. Di artikel kami jelaskan beberapa sumber pendanaan pengembangan usaha yang bisa Anda pilih dan lakukan.

Sumber Pendanaan Pengembangan Usaha

Cara Mendapatkan Dana Usaha

Untuk mendapatkan dana guna operasional atau pengembangan usaha, perusahaan dapat memperoleh dana dari berbagai sumber. Di antaranya adalah

  • modal pemilik (pendiri) setor,
  • laba yang ditahan,
  • go public (saham),
  • pinjaman bank,
  • obligasi,
a. Modal yang Pemilik Setor dan Laba Ditahan

Ini merupakan modal awal bagi seorang usaha yang mau membuka usaha maupun melakukan pengembangan / ekspansi usaha. Terkadang pemilik / pendiri perusahaan juga memanfaatkan laba ditahan untuk pengembangan usaha.

Apa itu laba ditahan? Laba ditahan adalah laba bersih yang tidak perusahan / korporat bagikan kepada para pemegang saham sebagai dividen.

Namun biasanya modal / dana ini sangat terbatas. Makanya umumnya para pengusaha akan menambah modal dengan memilih sumber pendanaan pengembangan usaha yang lainnya, misalnya seperti pinjam bank, dll.

b. Pinjaman Bank

Biasanya perusahaan akan meminjamnya dari bank. Meminjam ke bank, selain bunganya sangat tinggi, juga lebih sulit karena adanya prinsip 4C (Collateral, Capital, Cha- racter dan Condition).

Collateral

Bank akan menyalurkan dananya jika ada jaminan (collateral) yang berupa asset. Kalau kredit yang bank berikan macet atau bermasalah maka asset tersebut akan segera pihak bank sita.

Capital

Bank baru percaya usaha tersebut Anda jalankan dengan sungguh-sungguh jika dana (capital) mencukupi. Di mana porsinya :

  • Anda tanamkan dari uang pribadi minimal sebesar 30% dari total keperluan biaya usaha.
  • Sisanya, yang 70%, bank baru bersedia memberikan pinjaman, tentunya dengan prinsip jaminan tetap berlaku.

Character

Mengenai karakter (character) adalah penilaian psikologis atas perilaku si debitur, seperti:

  • apakah adanya niat baik atau jahat yang melatarbelakangi peminjaman;
  • apakah calon debitur tersebut bisa pihak bank percaya atau tidak;
  • dan sebagainya.

Condition

Kondisi (condition) berbicara keadaan perekonomian secara menyeluruh. Kondisi ini yang paling sulit pihak bank tebak. Karena hanya berdasarkan penilaian subjektif bank. Bank tidak akan menyalurkan kredit jika menurut mereka kondisi sedang tidak memungkinkan.

c. Menerbitkan Saham

Selain meminjam melalui bank, perusahaan juga dapat menerbitkan saham (go public) untuk mendapatkan dana. Kalau perusahaan tersebut berskala kecil, saham yang mereka terbitkan cukup untuk kalangan terbatas dan tidak perlu melalui bursa atau izin Bapepam.

Anda pasti pernah mendengar right issue atau stock split. Ini adalah salah satu cara untuk menambah dana perusahaan dalam kaitannya dengan saham.

Karena tidak ingin menambah saham baru seperti di awal permulaan go public [pasar perdana / initial public offering (IPO)], perusahaan bisa melakukan right issue atau stock split.

d. Terbitkan Obligasi

Satu cara lagi untuk mendapatkan dana adalah dengan mengeluarkan obligasi. Obligasi sebenarnya agak mirip dengan saham, cuma obligasi yang penerbit terbitkan harus penerbit lunasi tepat pada waktunya berikut bunganya.

Perusahaan biasanya akan menerbitkan obligasi baru untuk melunasi obligasi lama (stapled bonds). Biasanya ini terjadi jika masa waktu pelunasannya tiba dan perusahaan tidak mampu melunasi obligasi tersebut,

Kalau hal di atas terjadi maka investor sebaiknya lebih waspada. Karena perusahaan tersebut sedang menggali lubang untuk menutupi lubang.

Bunga obligasi sudah pasti lebih tinggi dari deposito bank. Kalau tidak tentunya orang lebih suka mendepositokan uangnya di bank yang relatif aman dan likuid.

Jika membeli obligasi sebuah perusahaan, maka Anda tak punya hak suara atas perusahaan tersebut seperti saat punya saham. Jadi arah kebijakan perusahaan tidak bisa Anda kendalikan.

Rata-rata perdagangan obligasi aman dari risiko. Artinya penerbit obligasi pasti melunasi pokok dan bunga obligasi pada jangka waktunya. Apalagi obligasi terbitan pemerintah.

Namun tetap ada juga obligasi yang tidak mampu penerbit bayar. Jangankan bunganya, nilai nominal obligasi pun tak sanggup penerbit bayar.

Berinvestasi di obligasi harus hati-hati karena ada berbagai jenis obligasi. Utamakan memilih obligasi yang lembaga pemerintah terbitkan. Baru kemudian obligasi yang pihak swasta terbitkan.

Anda juga perlu memahami dengan benar berbagai jenis obligasi, seperti obligasi :

  • floating coupon rate (bunga majemuk),
  • fixed coupon rate (bunga tetap),
  • tanpa bunga,
  • dll.

Baca juga : Rahasia Para Milyarder yang Perlu Kita Tahu

Sumber Pendanaan Pengembangan Usaha

Kenali dan pahami berbagai sumber pendanaan untuk pengembangan perusahaan / usaha Anda. Ini sangat penting karena demi keberlangsungan usaha. Jangan sampai salah dalam memilih sumber pendanaan perusahaan baik untuk pembukaan usaha maupun pengembangan.

Sebagai contoh pemahaman tentang saham dan obligasi. Saham adalah bukti kepemilikan Anda terhadap perusahaan. Sedangkan obligasi adalah bukti bahwa perusahaan memiliki hutang kepada Anda.

Jika kita urut menurut kewajiban perusahaan seandainya perusahaan tersebut bubar (dilikuidasi). Maka hak untuk mendapatkan pembayaran pertama adalah pemilik obligasi. Kemudian baru pemilik saham. Itu pun masih harus dibedakan, apakah saham preferen atau saham biasa.

Demikian informasi mengenai sumber pendanaan pengembangan usaha yang bisa pengusaha pilih, semoga postingan ini membantu Anda. Kami berharap post info usaha ini kalian sebarluaskan supaya semakin banyak yang mendapat manfaat.

Add comment

Jasa Backlink

Berikut niche untuk jasa Backlink berupa Content Placement (CP) atau Guest Post di website kami ini :

Bisnis | Fashion | Gadget | Gaya Hidup | Kecantikan | Kesehatan | Kuliner | Motivasi | Otomotif | Pendidikan | Properti | Religi | Teknologi | Wisata | Jasa & Layanan | Olahraga | Hiburan | Finance | Makanan & Minuman (Kuliner) | Keuangan | Gagdet | Herbal | Musik | Seni | Buku | Interior | Movie | Traveling | Game | Programing | Hobi

Selengkapnya langsung kontak kami di sini

Your Header Sidebar area is currently empty. Hurry up and add some widgets.