Apakah Anda tahu berapa pos pengeluaran yang biasa Anda lakukan setiap bulan? Bisa mencapai 20 – 25 pos, bukan? Lalu apa yang harus Anda lakukan untuk mengatasi masalah ini. Simak artikel SmartFin tentang prioritas pengeluaran keuangan pribadi dan keluarga ini untuk mendapatkan jawabannya.

Prioritas Pengeluaran Keuangan Pribadi dan Keluarga
Masalah tersebut dapat di atasi dengan membagi pos-pos pengeluaran keuangan Anda. Pos pengeluaran ini dapat kita bagi menjadi tiga kelompok. Di mana atur pengeluaran ini sesuai dengan prioritas yang Anda utamakan, yaitu :
a. Cicilan Hutang
Prioritas pengeluaran keuangan yang pertama adalah cicilan hutang. Cicilan hutang adalah semua pos pembayaran hutang yang biasa Anda lakukan setiap bulan, seperti pembayaran cicilan rumah, cicilan kendaraan, cicilan kartu kredit, dan seterusnya.
Kenapa cicilan hutang menjadi prioritas utama :
- Jumlah pos dalam kelompok cicilan hutang di sebuah keluarga biasanya tidak sebanyak jumlah pos dalam kelompok Biaya Hidup. Kalaupun Anda mempunyai hutang paling banter cicilan hutang kita tidak sampai lima atau tujuh pos seperti cicilan rumah, cicilan motor, cicilan mobil, dan kartu kredit.
- Pos cicilan hutang biasanya mempunyai akibat tersendiri kalau Anda tidak membayarnya. Jika Anda tidak membayar cicilan hutang ini maka Anda akan terkena denda. Biasanya denda dihitung per hari. Selain itu, saldo hutang yang belum Anda bayar hanya gara-gara telat sering kali akan kena bunga lagi. Padahal, Anda hanya telat bayar beberapa hari.
b. Premi Asuransi
Premi asuransi adalah semua pengeluaran yang Anda lakukan untuk membayar pengeluaran-pengeluaran asuransi Anda, seperti asuransi jiwa, asuransi kesehatan, atau asuransi kerugian, misalnya asuransi rumah dan asuransi kendaraan.
Kenapa premi asuransi menjadi prioritas pengeluaran keuangan yang kedua? Karena kalau Anda telat membayar Premi Asuransi, proteksi yang Anda miliki dari program asuransi bisa hilang. Banyak nasabah yang tidak dibayarkan klaim asuransinya gara-gara preminya terlambat dibayar.
Padahal, hanya terlambat beberapa hari. Jadi, setelah menggunakan gaji untuk membayar cicilan hutang, gunakanlah untuk membayar Premi Asuransi. Misalnya membayar premi asuransi untuk anak Anda.
c. Biaya Hidup
Biaya hidup adalah semua pos pengeluaran yang biasa Anda lakukan agar keluarga Anda bisa tetap hidup. Contohnya :
- SPP anak dan semacam itu (agar anak Anda bisa menjalani hidupnya),
- telepon, listrik, dan air (agar rumah Anda bisa tetap hidup),
- sembako (agar Anda dan keluarga bisa tetap hidup),
- dan seterusnya.
Dijadikan prioritas pengeluaran keuangan yang ketiga bukan berarti biaya hidup tidak penting, tapi karena Anda ingin mendahulukan kelompok-kelompok pengeluaran lain yang memang “berbahaya” kalau telat bayar. Biaya hidup memang penting, tapi ingat bahwa pos biaya hidup itu banyak sekali.
Kebanyakan pos dalam kelompok biaya hidup tidak akan bermasalah kalau pembayarannya Anda geser selama 3 – 4 hari lebih lambat dari biasanya. Belanja bulanan, misalnya. Tidak apa-apa kan kalau Anda menggeser pembayarannya lebih lambat tiga, empat, lima hari? Makanya jangan melakukan Belanja Bulanan saat semua kebutuhan kita habis.
Sekian info mengenai tiga prioritas pengeluaran keuangan pribadi dan keluarga, kami harap artikel kali ini bermanfaat buat Anda. Kami berharap artikel karyawan bisa kaya ini kalian bagikan agar semakin banyak yang memperoleh manfaat.




Add comment