Apakah perlu sisihkan dana untuk pos pengeluaran di masa mendatang? Dan apa saja alasan dari melakukan hal tersebut? Lalu pos pengeluaran apa saja yang perlu dipersiapkan dananya? simak selengkapnya hanya di artikel SmartFin ini.
Gadai
Anda pasti pernah mendengar nama PT Pegadaian. Pegadaian adalah salah satu tempat yang bisa menerima barang yang Anda gadaikan. Arti gadai di sini adalah Anda bisa “menjaminkan” barang Anda dan mendapatkan pinjaman uang yang besarnya mungkin sekitar 70 – 80 persen dari nilai barang yang Anda gadaikan.
Setelah satu waktu tertentu, Anda diberi hak menebus kembali barang yang Anda gadaikan. Tentunya setelah ditambah bunga. Salah satu masa puncak yang dialami pegadaian setiap tahunnya adalah ketika akan memasuki tahun ajaran baru di sekolah.
Artinya, setiap menjelang tahun ajaran baru yang biasanya jatuh di bulan Juni atau Juli. Pada bulan Mei itulah pegadaian sudah ramai dikunjungi orang yang ingin menggadaikan barang.
Ini karena setiap kali memasuki tahun ajaran baru, banyak orang tua yang tidak memiliki dana cukup untuk biaya pendidikan yang biasanya harus dibayar, kalau bisa jauh sebelum si anak masuk sekolah.
Dana Pendidikan
Tidak tepat sebetulnya kalau dikatakan bahwa para orang tua tidak memiliki dana. Yang lebih pas adalah “tidak mempersiapkan” dana untuk pos pengeluaran di masa mendatang.
Katakan saja Anda baru memiliki anak yang baru lahir di tahun 2005. Berarti, Anda sudah tahu kapan si anak akan masuk TK, SD, SMP, SMA, bahkan perguruan tinggi. Anda berarti juga harus tahu bahwa Anda perlu mengeluarkan uang pada tahun 2009 agar si anak bisa masuk TK.
Anda juga harus tahu akan ada pengeluaran lagi di tahun 2011 untuk si anak agar bisa masuk SD. Begitu juga saat anak Anda masuk SMP, SMA dan perguruan tinggi.
Anda mungkin tidak mempersiapkan dana pendidikan. Biarpun sudah tahu bahwa Anda mempunyai kewajiban membayar biaya pendidikan tersebut. Akibatnya, begitu tahun 2009 datang, Anda tidak mempunyai dana yang cukup untuk membayar biaya pendidikan anak Anda untuk masuk TK. Begitu juga tahun 2011 ketika si anak masuk SD.
Begitu juga ketika masuk SMP, SMA, dan perguruan tinggi. Akibatnya, pegadaian dipenuhi oleh orang-orang yang ingin menggadaikan barang agar bisa mendapatkan dana untuk membayar biaya pendidikan. Padahal, itu terjadi bukan karena Anda “tidak punya” uang, tapi karena Anda “tidak mempersiapkan”-nya.
Di sini Anda tidak akan membahas mengenai biaya pendidikan. Tetapi hanya menyarankan kepada Anda buat mempersiapkan dana untuk pos pengeluaran di masa depan sejak sekarang. agar Anda bisa membayar pos-pos pengeluaran yang sudah pasti muncul di masa depan.
Kebanyakan Anda, terjebak hidup hanya untuk hari ini, tapi melupakan bahwa masih ada pos-pos pengeluaran di masa depan yang harus dipersiapkan.
Sisihkan Dana untuk Pos Pengeluaran Masa Depan
Berikut ini beberapa hal terkait pos pengeluaran di masa yang akan datang :
a. Alasan Tidak Menyiapkan
Ada beberapa alasan kenapa Anda harus sisihkan dana untuk pengeluaran di masa yang akan dating. Berikut beberapa alasan menyiapkan dana masa depan :
- Merasa belum urgent, toh masih lama.
- Merasa sudah tidak perlu lagi, toh sekarang sudah punya cukup dana.
- Merasa sudah tidak perlu lagi, toh sekarang penghasilan saya sudah cukup besar.
- Biarkan saja hidup ini mengalir seperti air, toh nanti uangnya pasti akan datang sendiri.
b. Pos Pengeluaran Masa Mendatang
Selain alasan, Anda juga harus memahami pos-pos mana saja yang perlu sisihkan dana untuk pengeluaran masa depan, seperti :
1. Bisnis
Beberapa di antara kita (yang sekarang bekerja sebagai karyawan / pegawai) pasti pernah berpikir untuk buka bisnis sendiri. Tapi, karenakan alasan klise (modal), akhirnya bisnis tersebut tak jadi kita buka.
Padahal, membuka bisnis sendiri sering kali jadi impian banyak karyawan. Selama aktivitas ini tak mengganggu waktu kerja atau tidak berada di bidang yang sama dengan perusahaan tempat bekerja sekarang,
Hanya saja, mentok-mentoknya masalah modal. Padahal sering karena excuse saja. Hanya alasan!
Apakah bisnis Kita tak bisa jalan karena alasan modal? Jangan lupa, bila Kita pada saat ini bekerja sebagai karyawan, bisnis yang Kita buka sekarang pasti skalanya masih sangat kecil.
Dengan skala yang sangat kecil, apakah perlu modal yang harus betul-betul besar? Cobalah hitung lagi berapa sebenarnya modal uang yang kita butuhkan untuk memulai bisnis, siapa tahu bisa lebih kecil.
Pertanyaannya, dari mana modalnya?
Lebih baik dari tabungan sendiri. Boleh saja kita langsung meminjam uang untuk membuka bisnis sekarang. Namun, pinjamlah jika memang kita betul-betul kepepet. Bila tidak, lebih baik dari tabungan sendiri.
Jangan lupa, bila meminjam kita harus mengembalikannya juga. Sama seperti menabung sendiri, kan?
2. Liburan dan Perjalanan Ibadah
Liburan dan perjalanan ibadah merupakan tujuan di masa datang yang seringkali banyak keluarga inginkan. Jangan lupa, liburan dan perjalanan ibadah juga memerlukan dana yang cukup besar.
Misalnya pergi haji yang biayanya cukup besar. Dan :
- dollar di Indonesia cukup mahal, dan
- setiap tahun harga-harga seperti tiket pesawat dan akomodasi memang naik.
Bagaimana dengan liburan? Ini juga bisa besar. Jangan lupa, biaya liburan biasanya sangat bergantung pada beberapa hal, seperti :
- oleh-oleh,
- akomodasi,
- transportasi,
- makan dan minum,
- rekreasi di objek wisata,
- dan masih banyak factor lainnya.
Semua itu biasanya cukup mahal. Apalagi jika kita memutuskan untuk berlibur ke luar negeri. Banyak di antara kita yang ingin pergi ke negara ini atau negara itu hanya karena kita sering melihatnya di teve.
3. Pos Pengeluaran Lain
Dan selain pengeluaran di atas, berikut beberapa pos pengeluaran untuk masa depan lainnya :
- Dana Pensiun
- Pendidikan Anak
- Properti dan kepemilikan lain
Sekian info seputar sisihkan dana untuk pos pengeluaran di masa mendatang, kami harap artikel kali ini berguna untuk Anda. Kami berharap postingan tips dan trik karyawan bisa kaya ini kalian share agar semakin banyak yang memperoleh manfaat.