Soleh Agus

Perkembangan Asuransi di Indonesia dan Dunia Saat Ini

Asuransi yang kita kenal saat ini sangat berguna sebagai sarana dalam mengelola resiko. Namun sebelum kita tahu apa itu asuransi kami akan menjelaskan perkembangan asuransi di Indonesia dan Dunia dari waktu ke waktu. Simak artikel ini hingga selesai.

Sejarah dan Perkembangan Asuransi

Berikut ini sejarah dan perkembangan Asuransi di Indonesia dan Dunia dari masa ke masa :

a. Sebelum Masehi

Periode sebelum masehi, ada mokunitas sosial dalam bentuk tolong menolong. Bila suatu rumah kebakaran, maka tetangga sekitar harus bantu membangun kembali rumah yang rusak. Jika seseorang tak mau membantu, maka ia tak akan dibantu tetangganya bila dikemudian hari ia dapat musibah kebakaran.

Pengangkutan dengan menggunakan kapal banyak dilakukan. Sehingga asuransi terkait dengan pengangkutan via laut ini pun banyak terjadi. Di antaranya adanya asuransi cargo ketika banyak pedagang cina mengirim tepung dengan menggunakan kapal yang menyusuri aliran sungai.

Apabila satu kali kirim akan mendapatkan resiko merupakan satu musibah yang akibatnya terjadi kerugian yang besar atau total loss.

1. Babilonia

Perkembangan asuransi kredit diilhami oleh Kode Hammurabi (2100 sebelum masehi) di Babilonia Irak pada tahun 1750 Sebelum masehi. Pedagang / penjual akan membayar sejumlah uang pada pemilik modal sebelum mereka melakukan perjalanan.

Dengan konsekuensi bila barang terjadi perompakan dalam perjalanan, maka penjual tak harus mengganti kerugian pada pemilik modal. Cargo muncul manakala di tahun 3000 SM.

2. Yunani Kuno

Perkembangan asuransi juga terjadi pada zaman kebesaran Yunani di bawah kekuasaan Alexander The Great (356 – 323 BC). Di mana seorang pembantunya yang bernama Antimenes mengumumkan kepada para pemilik budak untuk mendaftarkan budak-budaknya dan membayar uang setiap tahun kepada Antimenes.

Sebagai imbalannya jika budak tersebut melarikan diri, maka Antimenes akan menangkapnya. Sedangkan jika budak tersebut tak tertangkap, maka Antimenes akan membayar sejumlah uang sebagai gantinya.

3. Romawi Kuno

Pada zaman Romawi ada 2 perkumpulan terkait yang bernama :

Collegium cultorum et Dianae et Antinoi

Pada perkumpulan ini menarik imbalan uang pangkal dan iuran bulanan dari peserta. Perkumpulan ini memberikan pembayaran kepada ahli waris dan biaya penguburan apabila peserta meninggal dunia.

Collegium lambaesis

Pada perkumpulan ini, dengan pembayranan uang pangkal dan iuran bulanan. Perkumpulan ini akan memberikan manfaat berupa uang untuk membiayai :

b. Abad Pertengahan

Di Inggris sekelompok orang yang mempunyai profesi sejenis membentuk satu perkumpulan yaitu glide. Perkumpulan ini mengurus kepentingan anggota-anggotanya.

Dengan janji jika ada anggota yang kebakaran rumah, maka glide akan memberikan sejumlah uang. Di mana uang / dana tersebut berasal dana glide yang terkumpul dari anggota-anggota. Perjanjian ini terjadi pada abad ke 9 dan mirip Asuransi Kebakaran.

Bentuk perjanjian tersebut lebih lanjutnya berkembang di Denmark, Jerman, dan negara-negara Eropa lainnya hingga dengan abad ke-12. Pada abad ke-13 dan ke-14 perdagangan lewat laut mulai berkembang pesat.

Selain itu ada budaya dari tiap pedagang / penjual dari bangsa Phoenic di laut mediterania dengan memakai 2 cara yaitu :

Pada masa ini akan memunculkan konsep awal perkembangan asuransi dan konsep perdagangan internasional sebagai dasar terbentuknya asuransi.

c. Sesudah Abad Pertengahan

Asuransi Laut dan Asuransi kebakaran mengalami perkembangan yang sangat pesat pada abad 17, seperti :

Dalam kitab Wetboek van Koophandel Nederland diberlakukan juga di Hindia Belanda lewat Staatsblad Nomor 23 Tahun 1847. Hal ini berdasarkan asas konkordansi. Selain asuransi laut terdapat juga asuransi :

Pada waktu pembentukan Code de Commerce Perancis awal abad 19, asuransi laut masuk dalam kodifikasi.

d. Asuransi Modern

Produk asuransi telah bermunculan pada era :

Berikut beberapa jenis asuransi di era tersebut, yaitu asuransi :

Berikut beberapa perkembangan asuransi era revolusi industri :

Pada perkembangan usahanya, tak hanya meliputi pada usaha perasuransian saja. Akan tetapi juga pada usaha penunjang asuransi seperti usaha perasuransian dan adanya perubahan fungsi asuransi menjadi fungsi investasi.

<h2>Perkembangan Asuransi di Indonesia

Sejarah mencatat bahwa perusahaan asuransi yang berdiri pertama kali beroperasi yaitu Semarang Sea. Di mana perusahaan ini berdiri pada tahun 1816. Beberapa perusahaan seangkatannya yaitu :

jenis Asuransi Jiwa yang pertama kali muncul yaitu Bumiputera 1912 di Magelang. Yakni sebagai perusahaan asuransi yang berbentuk badan usaha bersama. Berdirinya perusahaan ini atas prakarsa seorang guru yang bernama M. Ng. Dwidjosewojo. Asuransi non jiwa pertama adalah NV Indishe Lloyd yang kemudian berganti nama menjadi Lloyd Indonesia.

Pada masa penjajahan jepang industri asuransi tidak berkembang. Setelah kemerdekaan, Pemerintah Indonesia melakukan nasionalisasi atas sejumlah perusahaan asuransi. Seperti :

Untuk sektor Asuransi Jiwa, pemerintah melakukan nasionalisasi atas perusahaan bernama Nederlandsche Indische Leverzekring en Lijvrente Maatschappij (NILLMIJ). Perusahaan asuransi jiwa ini berdiri pada tahun 1859.

Ada juga perusahaan reasuransi profesional yang berdiri seperti :

Sejarah Dewan Asuransi Indonesia

Pencapaian penting yaitu adanya Kongres Asuransi Nasional Seluruh Indonesia (KANSI) pertama tanggal 25 – 30 November 1956 di Bogor. Kongres ini bertujuan untuk :

Pada tanggal 1 Februari 1957, KANSI akhirnya mendirikan Dewan Asuransi Indonesia (DAI).

PP Nomor 47 Tahun 1963 mewajibkan semua perusahaan asuransi dan reasuransi bergabung di bawah Gabungan Perusahaan Sejenis Asuransi Kerugian (GPS Asuransi).

Kemudian melalui SK Menteri Urusan Funds & Forces No. 2 Tahun 1965 terbentuklah Organisasi Perusahaan Sejenis Asuransi Indonesia (OPS Asuransi Indonesia). Di mana perusahaan ini mewajibkan perusahaan asing untuk menjadi anggota luar biasa.

Tahun 2002, DAI berubah jadi Federasi Asosiasi Perasuransian Indonesia (FAPI). Di mana Federasi ini menaungi semua asosiasi usaha perasuransian di Indonesia, seperti :

Pada Juli 2010, karena adanya kendala dalam pengesahan Anggaran Dasar, nama FAPI kembali berganti menjadi Dewan Asuransi Indonesia (DAI).

Demikian informasi mengenai perkembangan asuransi di Indonesia dan Dunia saat ini, kami harap artikel kali ini membantu kalian. Tolong artikel seputar jenis asuransi di Indonesia ini kalian bagikan biar semakin banyak yang mendapatkan manfaat.

Exit mobile version