Tuntunan Zakat Fitrah bagi Umat Muslim

Sebentar lagi kita sebagai umat muslim wajib membayar zakat fitrah. Tapi apakah Anda sudah paham semua hal terkait zakat fitrah? Bila belum, simak artikel tentang tuntunan zakat fitrah bagi umat muslim ini hingga selesai.

Tuntunan Zakat Fitrah

Zakat Fithri

Apa itu zakat fitrah / fithri? Zakat fitrah adalah kadar tertentu dari harta, yang wajib mengeluarkannya saat tenggelam matahari pada hari terakhir bulan Ramadhan. Zakat ini dengan syarat-syarat tertentu, bagi setiap mukallaf dan yang menjadi tanggungannya.

Lalu apa hukum zakat fitrah? Hukum zakat fitri adalah wajib bagi setiap muslim, baik kecil maupun besar, laki-laki ataupun perempuan, merdeka ataupun budak. Bagi orang-orang yang meninggalkan zakat, Allah SWT memperingatkannya dalam QS. At-Taubah : 35.

Tuntunan Zakat Fitrah

Berikut beberapa hal yang perlu Anda tahu dan pahami terkait tuntunan zakat fitrah :

Waktu Pelaksanaan Zakat Fitrah

Ada beberapa waktu dalam pelaksanaan zakat fitrah yaitu :

1. Waktu wajibnya zakat fitrah

Ketika tenggelam matahari pada hari terakhir bulan Ramadhan.

2. Waktu fadhilah (utamanya)

Setelah atau mulai dari terbit fajar pada hari idul fithri hingga sebelum sholat hari raya.

3. Waktu jawaz (bolehnya)

  • Sejak awal bulan Ramadhan sampai memasuki waktu wajib.
  • Satu atau dua hari sebelum ‘ied (sebagaimana yang pernah Ibnu Umar lakukan).

4. Waktu haramnya

Setelah tenggelamnya matahari tanggal 1 Syawwal. Kecuali jika ada udzur seperti tidak menemukan orang yang berhak menerima zakat, maka hukumnya tidak haram. Sedangkan status dari zakat fitrah yang dikeluarkan pasca tanggal 1 Syawwal adalah qodho’.

Syarat Wajib Zakat Fitrah

Ada beberapa syarat wajib dalam mengeluarkan zakat fitrah yaitu :

1. Orang Muslim

Muslim baik laki-laki maupun perempuan wajib mengeluarkan zakat fitrah. Adapun orang kafir asli dia tidak wajib. Hanya saja jika dia punya kewajiban menafkahi muslim (misal anaknya muslim), maka dia wajib mengeluarkan hartanya untuk tanggungannya tersebut.

Adapun orang murtad, jika dia kembali muslim dia wajib meng-qodho’ zakat fitrahnya. Sebagaimana wajib mengqodho puasanya dan juga sholatnya.

2. Menjumpai Waktunya

Bila Anda menjumpai waktu Ramadhan dan Syawwal dalam keadaan hidup maka wajib membayar zakat fitrah. Orang yang wafat sebelum maghrib hari terakhir Ramadhan tidaklah wajib zakat fitrah. Begitu juga orang yang lahir setelah maghrib hari terakhir ramadhan juga tidak wajib.

Namun orang yang lahir (bayi) sebelum maghrib hari terakhir ramadhan dan tetap hidup setelah maghrib, tetap wajib mengeluarkan zakat fitrah. Meskipun bayi tersebut meninggal sebelum isya’.

3. Adanya Kelapangan (Mampu)

Al Yasar (kelapangan) yakni mempunyai kelebihan makanan / harta di hari raya (malam dan siang) dari yang Anda perlukan untuk :

  • dirinya,
  • orang-orang yang wajib Anda tanggung nafkahnya,
  • membayar pembantu, dan
  • ngontrak rumah (jika ngontrak).

Maksud dari mempunyai kelebihan adalah kelebihan dari kebutuhan pokok sehari-harinya. Adapun barang yang menjadi kebutuhan sehari-hari yang tidak jadi perhitungan, seperti :

  • perkakas rumah tangga yang ia perlukan,
  • rumah / hunian yang layak,
  • pakaian sehari-hari,
  • dan lain-lain.

Artinya, jika tidak mampu membayar zakat fitrah, harta benda di atas tidak wajib Anda jual guna mengeluarkan zakat.

Jika ada kelebihan, walaupun dia faqîr ia tetap wajib membayar zakat fitrah. Misalnya Anda hanya lebih 1 kilogram beras saja, tidak sampai satu sho’, maka tetap wajib mengeluarkan yang 1 kilogram tersebut sebagai zakat fitrah.

Bukankah kalau begitu orang tersebut berhak dapat zakat fitrah? Ya, betul, Anda berhak juga dapat zakat fitrah, namun tetap wajib mengeluarkan zakat fitrah. Zakat fitrah itu bukan karena uang, namun karena jiwa.

Rasulullah bersabda:

“Adapun orang kaya, maka Allah akan membersihkannya dengan zakat fitrah itu, sedangkan orang faqir, Allah akan memberikannya lebih dari apa yang telah dia (yang faqir) berikan (untuk zakat fitrah)” (HR. al Baihaqy dan Ad Daruquthni)

Adapun jika saat maghrib pada hari terakhir Ramadhan Anda tidak ada kelebihan, maka tidak wajib mengeluarkan zakat fitrah. Misal harta untuk kebutuhan sehari-hari habis untuk beli baju.

Jika paginya Anda mendapat kelapangan, maka tetaplah tidak wajib zakat fitrah. Namun mustahab (sunnah) mengeluarkan zakat fitrah tersebut.

Pihak Penerima Zakat Fitrah

Siapa yang berhak menerima zakat fitrah? Ada 8 golongan yang berhak menerima zakat fitrah, yaitu :

  1. Fakir (orang yang tidak memiliki harta dan penghasilan)
  2. Miskin (orang yang punya penghasilan tapi masih serba kekurangan)
  3. Amil (petugas yang mengurus zakat)
  4. Mualaf (orang yang baru memeluk agama Islam / jadi muslim)
  5. Riqab (hamba sahaya / budak)
  6. Gharimin (orang yang terjerat utang karena bertahan hidup)
  7. Fi Sabilillah (orang yang sedang berjuang di jalan Allah SWT)
  8. Ibnu Sabil (musafir)

Tapi di antara petunjuk Nabi ﷺ adalah mengkhususkan zakat fitri hanya untuk orang miskin saja. Beliau tak pernah membagikannya kepada 8 golongan penerima zakat di atas dan tidak pernah memerintahkannya. Demikian juga para sahabat dan orang-orang setelah mereka tak ada seorang pun yang melakukannya.

Ukuran Zakat Fitrah

Tuntunan zakat fitrah yang paling penting adalah terkait berapa kilogram yang perlu dikeluarkan. Anda bisa mengeluarkan zakat fitrah dengan ukuran 1 sha bahan makanan. Bahan makanan yang bisa untuk zakat fitrah seperti :

  • beras,
  • kurma,
  • gandum,
  • dan bahan makanan yang berlaku di daerah tersebut.

Lalu apa itu sha? Sha adalah ukuran takaran bukan timbangan. Ukuran takaran sha yang berlaku di zaman Nabi ﷺ yaitu sha’ masyarakat Madinah.

Di mana 1 sha masyarakat Madinah setara dengan 4 mud. 1 mud adalah ukuran satu cakupan penuh 2 telapak tangan normal yang digabungkan. Jadi kita bisa mengeluarkan zakat fitrah sebesar 2,5 – 3 kg beras atau gandum.

Zakat Fitrah dengan Uang

Bolehkah mengeluarkan zakat fitrah dengan uang? Ada berbagai pendapat ulama yang berbeda terkait zakat fitrah dengan uang. Berikut beberapa di antaranya :

Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz

Menurut pendapat kebanyakan ulama, tak boleh mengeluarkan dalam bentuk uang yang senilai zakat fitrah. Karena menyelisihi apa yang Rasulullah ﷺ dan para sahabatnya tetapkan.

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin

Mengeluarkan dalam bentuk uang itu tidak sah. Karena zakat itu diwajibkan dalam bentuk makanan.

Hikmah Zakat Fitrah

Baca juga : Manfaat Puasa bagi Kesehatan

Demikian info tentang tuntunan zakat fitrah bagi umat muslim, kami harap post kali ini membantu Anda. Tolong postingan religi ini kalian bagikan supaya semakin banyak yang memperoleh manfaat.

Leave a Reply

Affiliate Marketing Internet Entrepreneur Jualan Online SEO Situs Jualan Situs Klik Traffic Generation Website
Pola Hypnotic Closing
Pola Hypnotic Closing bagi Penjual Online Pemula
Strategi Viral Marketing
Strategi Viral Marketing untuk Mempromosikan Bisnis Online
Rekening Online Paypal
Rekening Online Paypal Alat Pembayaran Global

Hobi

Hewan Peliharaan Koleksi Liburan Olahraga Otofun Seni

Hunian

Bangunan Furniture Kebun dan Tanaman Rumah Tempat Tinggal

Menarik

Kecantikan Kesehatan Motivasi dan Inspirasi Parenting Tips Lainnya Tips Pendidikan

Rumah Tangga

Belanja Fashion Ide Kreatif Peralatan Perlengkapan Tips Rumahan
Meningkatkan Fungsi Otak
Meningkatkan Fungsi Otak secara Alami dengan Berpuasa
Mengurangi Lemak Tubuh
Mengurangi Lemak Tubuh secara Alami dengan Puasa
Manfaat Puasa bagi Manusia
Manfaat Puasa bagi Manusia yang Perlu Diketahui
Menurunkan Berat Badan
Menurunkan Berat Badan lewat Puasa
Vitamin C bagi Ibu Hamil
Pentingnya Vitamin C bagi Ibu Hamil dan Janin
Bahayanya Kotoran Lalat
Bahayanya Kotoran Lalat bagi Kesehatan Manusia
Bahaya Minum Kopi Saat Menyusui
Bahaya Minum Kopi Saat Menyusui
Pentingnya Air dan Oksigen
Pentingnya Air dan Oksigen Bagi Tubuh Manusia

Fauna

Fakta Hewan Hewan Fantastis Hewan Langka Hewan Legenda Hewan Paling Hewan Prasejarah

Sains

Alam Fakta Makanan Flora Manusia Semesta

Sosial

Bangunan Paling Fakta Negara Kehidupan Prasejarah Sejarah Seni Budaya Paling Tokoh

Teknologi

Gadget Komputer
Desa Wisata Kerajinan Kuliner Minat Khusus Seni Budaya Wisata Alam Wisata Religi Wisata Sejarah
Kampung Dinoyo
Kampung Dinoyo Bertumbuh Berkat Keteguhan Pengrajin
Pintu Gua Sigolo-Golo
Pintu Gua Sigolo-Golo bagai Hamparan Surga
Candi Arimbi Gerbang Keraton Majapahit
Candi Arimbi Gerbang Keraton Majapahit sebelah Selatan