Menyusun Kembali Puing-Puing Kejayaan Banten di Masa Lampau

Topik kita sekarang yaitu Menyusun Kembali Puing-Puing Kejayaan Banten di Masa Lampau. Langit biru memayungi puing-puing bangunan tua yang tersusun dari batu merah dan batu karang dengan tinggi 0,5-2 meter itu. Sebuah kolam berbentuk persegi empat memproyeksikan bayangan tembok besar yang bercokol di sekitarnya.

Menyusun Kembali Puing-Puing Kejayaan Banten di Masa Lampau

Menyusun Kembali Puing-Puing Kejayaan Banten di Masa Lampau

Dibangun pada tahun 1552, Istana Surosoan, demikian bangunan ini bernama, menjadi salah satu ikon kejayaan Kerajaan Banten. Bangunan ini dahulu digunakan sebagai tempat tinggal sultan Banten pada masa pemerintahan Sultan Maulana Hasanudin hingga Sultan Haji. Namun nahas, istana ini tidak berumur panjang. Pada tahun 1608, bangunan ini dihancurkan oleh Belanda sebagai bagian dari penyerangan terhadap Banten yang saat itu berada di bawah kekuasaan Sultan Ageng Tirtayasa.

Istana Keraton Kaibon

Istana Surosuan tidak berdiri sendiri sebagai bagian dari kejayaan Banten berabad-abad silam. Tidak jauh dari lokasi istana itu berdiri, terdapat situs Istana Keraton Kaibon. Situs tersebut dibangun sebagai tempat tinggal Ratu Aisyah, ibunda dari Sultan Syaifuddin. Oleh karena itu, bangunan megah disebut istana Keraton Kaibon, yang menggunakan istlah Ibu sebagai bagian dari namanya.

Situs ini (Istana Keraton Kaibon) memiliki daya tarik yang cukup tinggi. Terlebih hijau rerumputan dan beberapa sudut bangunan yang masih berdiri kokoh memancarkan aura eksotisme alam sekaligus sejarah purbakala. Pada beberapa sisi bangunan, terdapat walking track yang memudahkan akses pengunjung saat mengelilingi situs ini.

Sebuah kanal yang dahulunya merupakan aliran sungai juga turut memperkuat daya pikat keraton Kaibon. Masyarakat sering memanfaatkan kanal ini sebagai tempat bersantai, memancing dan menebar jala. Sama halnya dengan Istana Surosuan, Istana Keraton Kaibon juga mengalami nasib tragis akibat penghancuran oleh Belanda.

Pasca penghapusan Kesultanan Banten oleh Pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1816, komplek Keraton Kaibon dijadikan sebagai pusat pemerintahan bupati Banten pertama Aria Adi Santika sebagai ganti kesultanan Banten.

Kota Kuno Banten Lama

Istana Surosuan dan Istana Keraton Kaibon adalah dua dari sekian banyaknya bukti kejayaan Banten pada masa lampau. Namun, kedua bangunan ini tidak berdiri sendiri sebagai bagian dari Kota Kuno Banten atau Banten Lama. Pengunjung juga dapat menyusuri lorong waktu melalui persinggahan ke Benteng Spellwijk. Berlokasi tidak jauh dari Masjid Agung Banten, bangunan ini dahulu difungsikan sebagai menara pemantau yang berhadapan langsung ke Selat Sunda dan tempat penyimpanan meriam-meriam dan alat pertahanan lainnya.

Sayangnya, pengelolaan yang kurang maksimal dari pemerintah dan warga membuat berbagai situs sejarah ini tidak terurus dengan baik. Hal ini semakin diperparah dengan padatnya pemukiman dan alih fungsi bangunan bersejarah menjadi tempat berjualan dan lapangan bola.

Tasik atau Situ Kardi

Membangun kembali puing-puing kejayaan Kerajaan Banten tidak cukup dengan eksplorasi beberapa situs tersebut. Untuk para pengunjung yang ingin mengambil jeda istirahat yang panjang, tidak ada salahnya mendaratkan langkah di Tasik Kardi. Danau seluas 5 hektar ini dilapisi oleh batu bata pada bagian dasar.

Tasik atas Situ Kardi konon difungsikan sebagai penampung air di Ci Banten untuk kegiatan irigasi dan dimanfaatkan sebagai pasokan air bagi keluarga keraton dan masyarakat sekitar kesultanan. Air disalurkan melalui pipa-pipa yang terbuat dari terakota berdiameter 2 – 40 cm melalui beberapa proses penyaringan khusus, yakni:

  • Pengindelan Abang atau Penyaringan Merah,
  • Pengindelan Putih atau Penyaringan Putih, dan
  • Pengindelan Emas atau Penyaringan Emas.

Vihara Avalo-kitesvara

Menyusun puing-puing kejayaan Banten di masa lampau tidak lengkap rasanya tanpa berkunjung ke Vihara Avalo-kitesvara. Tempat peribadatan ini menjadi salah satu cermin kerukunan antar umat beragama pada masa lampau. Banyaknya pepohonan di wihara ini membuat suasana terasa sejuk dan nyaman untuk dijadikan tempat peristirahatan selepas mengitari kompleks Kota Tua Banten Lama.

Satu catatan yang akan membuat wisatawan tidak ragu memilih lokasi ini sebagai destinasi wisata adalah tidak dipungutnya biaya tiket masuk pada aneka situs bersejarah Banten Lama. Satu-satunya destinasi yang menerapkan tiket masuk adalah Museum Situs Kepurbakalaan Banten Lama dengan harga hanya Rp 2.000,00 per orangnya.

Akses menuju Kota Tua Banten Lama tidaklah sulit. Wisatawan dapat bertolak dari Jakarta dengan estimasi perjalanan sekitar 2 jam. Angkutan umum tujuan Banten Lama juga tersedia di beberapa titik strategis di Kota Serang, seperti Terminal Pakupatan. Melihat berbagai daya tarik yang disuguhkan dan akses perjalanan yang mudah, tentu tidak perlu ragu untuk memilih Banten Lama sebagai bagian dari liburan mendatang, bukan?

Demikian informasi mengenai Menyusun Kembali Puing-Puing Kejayaan Banten di Masa Lampau, semoga artikel kali ini bermanfaat untuk Anda. Kami berharap postingan Wisata Bangunan Sejarah ini disebarluaskan supaya semakin banyak yang memperoleh manfaat.

Referensi:

Ternyata belajar internet itu mengasyikan, apalagi bisa punya penghasilan 20 jutaan per bulan... rasanya gimana gitu... Tapi gimana cara belajarnya?? Klik gambar di bawah untuk dapat solusinya

Leave a Reply

Kecantikan Kelas SB1M Kesehatan SB1M Synergy Worldwide
Info Menakjubkan Produk Synergy Worldwide
Info Menakjubkan Produk Synergy Worldwide yang Mendunia
Jenjang Penghargaan di Synergy Worldwide
Jenjang Penghargaan di Synergy Worldwide
Jenis Penghasilan di Synergy Worldwide
Jenis Penghasilan di Synergy Worldwide

Dunia Digital

Domain Hosting Jasa Online Website Workshop / Seminar

Penghasilan Online

Aplikasi Penghasil Uang Investasi Online Jualan Online Sumber Lain

Promosi Online

Marketing Online Presentasi Online SEO dan SEM Sosmed Marketing

Tools dan Software

Theme Tools Sosmed Tools Website
Kisah Entrepreneur MSI Peluang Bisnis Seputar Bisnis Tips Bisnis Tokoh Pebisnis Indonesia
Agrobisnis
Mengenal Agrobisnis dan Jenis Peluang Usahanya
Bisnis Katering Makanan
Bisnis Katering Makanan untuk Mahasiswa dan Karyawan
Punya Bisnis Laundry
Punya Bisnis Laundry Sendiri dengan Prospek Cerah
Saudagar Properti
Saudagar Properti Punya Solusi Hunian dan Investasi Menguntungkan
Produk MSI
Produk MSI yang Sudah Terbukti Khasiatnya
Theme WordPress Responsive
Theme WordPress Responsive Pilihan Terbaik Anda
privat fb ads
Privat FB Ads untuk Meningkatkan Omset Bisnis

Fakta Fantastik

Alam Fantastis Fantastis Lainnya Hewan Fantastis Legenda Fantastis

Fakta Lain

Dunia Fauna IPTEK Tokoh Dunia Islam Tokoh Hebat Tokoh Lainnya

Fakta Unik

Fakta Hewan Fakta Makanan Fakta Manusia Fakta Negara Fakta Tumbuhan

Paling di Dunia

Alam Paling Bangunan Paling Hewan Paling Seni Budaya Paling Tumbuhan Paling
Hewan Peliharaan Hobi dan Koleksi Ide Kreatif Pakaian Personal Branding Seputar Rumah Tips Keuangan Tips Lainnya
Memelihara Kucing Siam
Cara Memelihara Kucing Siam yang Mudah Dilakukan
Tips Membeli Pakaian Bayi dan Anak
Tips Membeli Pakaian Bayi dan Anak sesuai Kebutuhan
Mengusir Tikus dan Celurut
Cara Mengusir Tikus dan Celurut dari Rumah
Desa Wisata Wisata Alam Wisata Kuliner Wisata Minat Khusus Wisata Religi Wisata Sejarah Wisata Seni Budaya
Gunung Dempo
Wisata Alam Gunung Dempo yang Lengkap
Ziarah ke Makam Gus Dur
Ziarah ke Makam Gus Dur di PP Tebu Ireng
Tips Memilih Hotel Terbaik
Tips Memilih Hotel Terbaik untuk Liburan Anda