Mengelola Aset untuk Meraih Finansial Independent

Tahukah Anda kalau aset bisa membuat kita kaya? Dengan kita mengelola aset dengan baik bisa jadi resep kaya atau Finansial Independent. Sehingga Anda tidak lagi hidup dari hasil keringatnya, melainkan dari asset yang sudah Anda bangun.

Mengelola Aset

Jenis Aset

Berikut beberapa jenis aset :

a. Aset Menurut Wujudnya

Berdasarkan wujudnya asset terbagi menjadi 2, yaitu :

1. Aset Tangible

Tangible asset adalah asset yang terlihat atau bisa kita sentuh. Aset jenis ini bisa berupa benda, misalnya :

  • rumah yang kita sewakan,
  • rumah yang kita beli untuk dijual kembali,
  • tanah,
  • ternak,
  • gerobak untuk jualan,
  • pohon jati,
  • bibit durian,
  • motor atau mobil limited edition yang makin lama kian naik nilainya,
  • dll.

2. Aset Intangible

Intangible aset yatu asset yang tidak terlihat atau tidak bisa kita sentuh. Contohnya :

  • merek dagang,
  • database,
  • akun sosmed / youtube channel,
  • hak cipta,
  • dll.

Aset ini juga bisa berupa sesuatu hal yang terdapat di dalam diri kita seperti :

  • skill,
  • kepercayaan,
  • pengalaman,
  • popularitas,
  • dll.

Sifat dari asset yaitu dapat menghasilkan keuntungan tanpa aktivitas langsung dari kita. Tapi bukannya popularitas tetap memerlukan kita supaya menghasilkan uang, contoh penyanyi terkenal pun harus tampil supaya dapat uang.

Betul, namun penyanyi terkenal juga bisa memperoleh uang saat di kontrak menjadi bintang iklan. Sekali foto, kontrak bisa ia perpanjang tergantung dari bagaimana kesepakatannya. Fotonya sekali, dapat uangnya bisa berkali-kali. Itulah sifat dari asset.

b. Aset Menurut Sifatnya

Berdasarkan dari sifatnya, jenis asset terbagi menjadi :

1. Capital Gain

Aset ini sengaja kita bangun atau beli untuk kita ijual pada waktu yang tepat untuk dapat hasil yang lebih tinggi. Contoh beli :

  • anak sapi, kita pelihara, dan jual saat dewasa (menghasilkan keuntungan)
  • tanah kita jual 5 tahun kemudian
  • rumah kita jual 2 tahun kemudian
  • saham kepemilikan perusahaan, kita jual saat IPO
  • bibit durian kita jual 2 tahun kemudian
  • mobil antic limited edition kita jual saat ada yang nawar tinggi
  • jam rolex kita jual saat ditawar tinggi
  • dll

Begitu sifatnya, ada enter dan exit strateginya. Jadi kalau investasi dengan menggunakan asset capital gain, Anda harus memahami bagaimana cara masuk dan keluar.

Masuk di sini adalah mengeluarkan dana untuk investasi. Sedangkan keluar yaitu menjualnya untuk mendapatkan keuntungan yang lebih tinggi.

2. Cash Flow

Aset ini sengaja kita beli untuk mendapatkan cashflow. Seperti membeli sapi perah untuk mendapatkan keuntungan dari jual susunya. Contoh lainnya yaitu beli :

  • kos kosan, rumah, hotel dan ruko yang kita sewakan
  • saham perusahaan dan dapat devidennya,
  • gerobak untuk jualan,
  • mobil untuk kita sewakan,
  • odong-odong untuk kita sewakan,
  • pohon durian untuk kita jual buahnya,
  • dll.

Database konsumen pun bisa jadi asset cashflow. Misalnya Anda punya 100.000 kontak WA konsumen. Anda bisa melakukan broadcast untuk mendapatkan penjualan selanjuttnya tanpa bersusah payah beriklan.

Channel YouTube yang sudah monetized juga merupakan asset cashflow, baik itu dari adsense maupun endorse. Belum lagi popularitas dan kepercayaan yang diperolehnya, makanya tak heran saat ini banyak influencer mendadak kaya. Karena percepatan social media (sosmed) dan pertumbuhan pemakaiannya exponensial.

Mengelola Aset dengan Baik

Resep jadi kaya dengan mengelola aset Anda dengan baik. Dalam investasi, aset itu wajib menghasilkan keuntungan, baik dari capital gain atau cashflow.

Dari pembahasan di atas semoga Anda bisa lebih memahami bagaimana sifat dari asset. Memang pembahasan tentang asset ini harus mengesampingkan pemahaman umum tentang arti asset menurut kamus maupun akuntansi.

Di mana dalam akuntansi mengartikan ASET = Harta. Sedangkan dalam pembahasan ini harta belum tentu bisa disebut asset. Dan kalau bukan merupakan asset maka kita tidak memperlakukannya seperti asset.

Contoh :

Rumah tinggal bukan asset, jadi kita tidak menjualnya untuk mendapatkan keuntungan. Untuk memiliki rumah tinggal kita pun tidak hanya menggunakan hasil kerja keras sendiri, melainkan dari hasil asset-aset yang kita bangun.

Kalau kita membangun asset, maka kita bisa dapat banyak property kelak. Jika kita diawal sudah memprioritaskan memiliki rumah tinggal apalagi saat belum mampu maksain KPR. Bila itu terjadi, maka fokus kita hanya bekerja untuk membayar atau melunasinya.

Mau punya rumah tanpa riba? Fokus bangun dan mengelola aset yang Anda miliki dulu. Baik itu :

  • tangible asset,
  • intangible asset,
  • cashflow asset, dan
  • capital gain asset.

Rumah tempat tinggal bukan asset jadi tak perlu kita rencanakan enter dan exit strateginya. Tidak perlu juga kita paksain untuk menghasilkan uang. Dan jika merasa belum mampu membeli asset tanah / rumah, Anda bisa membangun asset-asset intangible sambil menabung dan membeli emas batangan.

Emas batangan atau logam mulia bukan aset, namun sarana penyimpanan yang tahan inflasi. Punya uang lebih, beli dan ada rejeki lagi beli. Simpan saja terus, sampai jumlahnya cukup untuk beli tanah.

Mental Kaya dan Mental Miskin

Sebagai informasi dan pengetahuan Anda, apa bedanya mental miskin dan mental kaya?

Mental miskin

Meskipun gaji atau keuntungan usahanya besar, tapi mereka tetap harus terus bekerja untuk menghasilkan uang. Di mana uang tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan dan gaya hidupnya.

Mental kaya

Walaupun gaji atau keuntungan bisnisnya kecil, mereka berusaha membangun aset-asetnya. Sehingga suatu saat, asetnya yang membiayai hidupnya.

Baca juga : Asuransi Mobil All Risk dan Aspeknya

Demikian informasi mengenai mengelola aset untuk meraih finansial independent, semoga artikel kali ini mencerahkan Anda. Tolong artikel tips keuangan ini dibagikan supaya semakin banyak yang mendapatkan manfaat.

Leave a Reply

Kisah Entrepreneur Peluang Bisnis Seputar Bisnis Smart Bisnis Tokoh Pebisnis Indonesia
Membuka Bisnis Parsel
Membuka Bisnis Parsel atau Hantaran
Kiat Menjadi Pebisnis
Kiat Menjadi Pebisnis Baru dari Nol
Membuat Analisis Pasar Bisnis
Membuat Analisis Pasar Bisnis dalam Business Plan

Gaya Hidup

Fashion Herbal Kecantikan Kesehatan

Investasi

Investasi Financial Asset Investasi Lain Investasi Real Asset

IPTEK

Enslikopedia Gadget Otofun Teknologi

Keuangan

Asuransi Cerdas Keuangan Dana Masa Depan Smart Finansial
Desa Wisata Kerajinan Kuliner Wisata Alam Wisata Minat Khusus Wisata Religi Wisata Sejarah Wisata Seni Budaya
Gunung Dempo
Wisata Alam Gunung Dempo yang Lengkap
Ziarah ke Makam Gus Dur
Ziarah ke Makam Gus Dur di PP Tebu Ireng
Tips Memilih Hotel Terbaik
Tips Memilih Hotel Terbaik untuk Liburan Anda
Jasa Percetakan Online
Jasa Percetakan Online Usaha yang Menang Banyak Peluang
Jasa Sadap Sosial Media
Jasa Hack Sadap Whatsapp Facebook Instagram Terpercaya 100%
Info Pajak Kendaraan Bermotor
Info Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) Lengkap
Jasa Komentar Sosial Media
Jasa Komentar Media Sosial dari MediaKomen
Dunia Digital Penghasilan Online Promosi Online Rekening Online
Search Engine Optimization
Search Engine Optimization atau SEO itu Apa?
Strategi Digital Marketing
Strategi Digital Marketing untuk Bisnis Online Anda
Membuat Website Khusus Masjid
Membuat Website Khusus Masjid Gratis

Fakta Fantastik

Alam Fantastis Fantastis Lainnya Hewan Fantastis Legenda Fantastis

Fakta Tokoh

Atlit Hebat Ilmuwan Hebat Ilmuwan Muslim Penemu Hebat

Fakta Unik

Fakta Hewan Fakta Makanan Fakta Manusia Fakta Negara Fakta Tumbuhan

Paling di Dunia

Alam Paling Bangunan Paling Hewan Paling Seni Budaya Paling Tumbuhan Paling
Hewan Peliharaan Hobi dan Koleksi Ide Kreatif Pakaian Personal Branding Seputar Rumah Tips Lainnya
Cara Memplester Dinding Rumah
Cara Memplester Dinding Rumah dengan Mudah
Tawar Menawar di Pasar
Trik Tawar Menawar di Pasar Tradisional
Memelihara Kucing Siam
Cara Memelihara Kucing Siam yang Mudah Dilakukan