Kerajaan Pra Islam di Tatar Sunda

Tatar Sunda atau Pasundan adalah wilayah tempat bermukimnya orang-orang atau suku Sunda. Saat ini sebagian besar wilayah Tatar Pasundan masuk di provinsi Jawa Barat dan Banten. Sebelum berdirinya Republik Indonesia pada tahun 1945 ada beberapa kerajaan pra islam di tatar Sunda (Pasundan).

Kerajaan Pra Islam di Tatar Sunda

Kerajaan Pra Islam di Tatar Sunda

Kerajaan-kerajaan di tanah sunda ini ada yang bercorak Islam, Hindu dan juga Budha. Namun kali ini hanya akan dibahas kerajaan sebelum Islam masuk ke tanah pasunda. Berikut beberapa kerajaan pra Islam yang ada di tatar Sunda atau Jawa Barat.

A. Salakanagara (130 – 363 M)

Kerajaan ini didirikan oleh Dewawarman. Berikut urutan para rajanya :

  1. Dewawarman I, Prabu Dharmalokapala Aji Raksa Gapura Sagara, 130 – 168 M, Pedagang Asal India.
  2. Dewawarman II, Prabu Digwijayakasa Dewawarman Putra, 168 – 195 M, Putra Sulung Dewawarman I.
  3. Dewawarman III, Prabu Singhasagara Bimaya Sawirya, 195 – 238 M, Putra Dewawarman II.
  4. Dewawarman IV, Prabu Dharmasatyanagara, 238 – 252 M, Menantu Dewawarman III.
  5. Dewawarman V, Prabu Amatyasarwajala Dharmasatya Jayawarunadewa, 252 – 289 M, Menantu Dewawarman IV.
  6. Dewawarman VI, Prabu Ghanayanadewa Linggabhumi, 289 – 308 M, Putra Dewawarman V.
  7. Dewawarman VII, Prabu Bhimadigwijaya Satyaganapati, 308 – 340 M, Putra Dewawarman VI.
  8. Dewawarman VIII, Prabu Dharmawirya Sakalabhuwana, 340 – 363 M, Menantu Dewawarman VII.

B. Tarumanagara (358 – 669 M)

Kerajaan ini awalnya merupakan bawahan Salakanagara. Saat Jayasinghawarman mewarisi tahta dari Dewawarman VIII (mertuanya) tahun 363 M, dia memindahkan ibukota ke Taruma. Sehingga kerajaan berubah nama menjadi : Tarumanagara.

Urutan rajanya adalah sebagai berikut :

  1. Jayasinghawarman (358 – 382 M)
  2. Dharmayawarman (382 – 395 M)
  3. Purnawarman (395 – 434 M)
  4. Wisnuwarman (434 – 455 M)
  5. Indrawarman (455 – 515 M)
  6. Candrawarman (515 – 535 M)
  7. Suryawarman (535 – 561 M)
  8. Kertawarman (561 – 628 M)
  9. Sudhawarman (628 – 639 M)
  10. Hariwangsawarman (630 – 640 M)
  11. Nagajayawarman (640 – 666 M)
  12. Linggawarman (666 – 669 M)

C. Sunda – Galuh

Tarusbawa, menantu Linggawarman memindahkan ibukota ke Sundapura sehingga kerajaan berganti menjadi Sunda. Hampir bersamaan raja-raja bawahan yang berada di sebelah timur sungai Citarum memisahkan diri dibawah bendera Galuh.

Sehingga kerajaan terbagi dua menjadi negara kembar yaitu :

  1. Sunda, rajanya : Tarusbawa (669 – 723 M)
  2. Galuh, rajanya :
  • Wretikandayun (612 – 702 M)
  • Rahyang Mandiminyak (702 – 709 M)
  • Bratasenawa (709 – 716 M)
  • Purbasora (716 – 723 M)
Sunda – Galuh 1

Putra Tarusbawa dari Sunda yang menjadi pewarisi tahta meninggal lebih dulu. Dan meninggalkan seorang putri (cucunya Tarusbawa) yang dinikahi oleh Sanjaya putranya Prabu Bratasenawa.

Setelah Sanjaya jadi raja Sunda dia menyerang Galuh sebagai aksi balas dendam kepada Purbasora yang telah mengkudeta ayahnya dulu. Sehingga Sunda – Galuh dapat disatukan.

Raja-raja yang pernah memerintah Sunda – Galuh generasi pertama, yaitu :

  1. Sanjaya / Rahyang Jamri / Prabu Harisdarma (723 – 732 M)
  2. Rahyang Tamperan, (732 – 739 M)

Di masa inilah kisah legenda Ciung Wanara terjadi yang menyebabkan kerajaan terbelah lagi :

  1. Sunda, rajanya
  • Sang Banga (739 – 766 M)
  • Rakryan Medang / Prabu Hulukjang (766 – 783 M)
  • Rakryan Hujung Kulon / P. Gilingwesi, (783 – 795 M)
  • Rakryan Diwus / P. Pucukbhumi Dharmaswara (795 – 819 M)
  1. Galuh, rajanya
  • Sang Manarah (739 – 789 M)
  • Sang Manisri / P. Dharmasakti Wirajaleswara (789 – 799 M)
  • Sang Tariwulan / P. Kertayasa Dewakusaleswara (799 – 806 M)
  • Sang Welengan / P. Brajanegara Jayabhuwana (806 – 816 M)
  • Prabu Lingga Bhumi (813 – 842 M)
Sunda – Galuh 2

Rakryan Wuwus mewarisi tahta dari ayahnya-raja Sunda, Rakryan Diwus tahun 819 M. Kemudian di tahun 842 dia juga mewarisi tahta dari mertuanya-raja Galuh, Prabu Lingga Bhumi sehingga Sunda-Galuh menjadi satu lagi.

Berikut raja yang pernah memerintah Sunda – Galuh generasi kedua, yaitu :

  1. Rakryan Wuwus / Prabu Gajah Kulon (819 – 891 M)
  2. Prabu Dharmaraksa / Arya Kedaton (891 – 895 M)
  3. Prabu Dewageng Jayeng Bhuwana (895 – 913 M)
  4. Prabu Pucukwesi (913 – 916 M)
  5. Rakryan Jayagiri / Prabu Wanayasa (916 – 942 M)
  6. Prabu Atmaja Dharma Hariwangsa (942 – 954 M)
  7. Prabu Limbur Kancana (954 – 964 M)
  8. Prabu Munding Ganawirya (964 – 973 M)
  9. Prabu Wulung Gadung (973 – 989 M)
  10. Prabu Jayawisesa (989 – 1012 M)
  11. Prabu Dewa Sanghyang (1012 – 1019 M)
  12. Prabu Sanghyang Ageng (1019 – 1030 M)
  13. Sri Jaya Bhupati (1030 – 1042 M)
  14. Darmaraja (1042 – 1064 M)
  15. Prabu Langlang Bhumi (1064 – 1154 M)
  16. Jayagiri (1154 – 1156 M)
  17. Prabu Dharma Kusuma (1156 – 1175 M)
  18. Prabu Dharmasiksa (1175 – 1297 M)
  19. Prabu Ragasuci (1297 – 1303 M)
  20. Prabu Citraganda (1303 – 1311 M)
  21. Prabu Lingga Dewata (1311 – 1333 M)
  22. Ajiguna Linggawisesa (1333 – 1340 M)
  23. Ragamulya/ Sang Aki Kolot (1340 – 1350 M)
  24. Lingga Bhuwana Wisesa (1350 – 1357 M)
  25. Bunisora (1357 – 1371 M)
  26. Niskala Wastu Kancana (1371 – 1475 M)

Karena mempunyai dua putra maka di bagi lagi menjadi dua yaitu :

  • Sunda rajanya Prabu Susuk Tunggal
  • Galuh rajanya Prabu Dewaniskala

D. Pajajaran

Manah Rasa mewarisi Galuh dari ayahnya, Dewaniskala dengan gelar Jayadewata dan juga mewarisi Sunda karena menikahi Kentringmanik putri Susuktunggal dengan gelar Sri Baduga Maharaja.

Kerajaan lebih dikenal dengan nama :

  1. Sri Baduga Maharaja / Jaya Dewata / Prabu Siliwangi (1482 – 1521 M)
  2. Prabu Surawisesa (1521 – 1535 M)
  3. Dewata Bhuwana Wisesa (1535 – 1543 M)
  4. Prabu Sakti / Mangabatan (1543 – 1551 M)
  5. Prabu Nilakendra (1551 – 1567 M)
  6. Ragamulya / Prabu Surya Kancana (1567 – 1579 M)

Baca juga : Enslikopedia Sistem Tata Surya Kita

Sekian info berkaitan dengan kerajaan pra islam di tatar sunda, semoga postingan kali ini mencerahkan kalian. Mohon post ini dibagikan biar semakin banyak yang memperoleh manfaat.

Referensi : Naskah Wangsakerta

Leave a Reply

Affiliate Marketing Internet Entrepreneur Jualan Online SEO Situs Jualan Situs Klik Traffic Generation Website
Pola Hypnotic Closing
Pola Hypnotic Closing bagi Penjual Online Pemula
Strategi Viral Marketing
Strategi Viral Marketing untuk Mempromosikan Bisnis Online
Rekening Online Paypal
Rekening Online Paypal Alat Pembayaran Global

Hobi

Hewan Peliharaan Koleksi Liburan Olahraga Otofun Seni

Hunian

Bangunan Furniture Kebun dan Tanaman Rumah Tempat Tinggal

Menarik

Kecantikan Kesehatan Motivasi dan Inspirasi Parenting Tips Lainnya Tips Pendidikan

Rumah Tangga

Belanja Fashion Ide Kreatif Peralatan Perlengkapan Tips Rumahan
Meningkatkan Fungsi Otak
Meningkatkan Fungsi Otak secara Alami dengan Berpuasa
Mengurangi Lemak Tubuh
Mengurangi Lemak Tubuh secara Alami dengan Puasa
Manfaat Puasa bagi Manusia
Manfaat Puasa bagi Manusia yang Perlu Diketahui
Menurunkan Berat Badan
Menurunkan Berat Badan lewat Puasa
Vitamin C bagi Ibu Hamil
Pentingnya Vitamin C bagi Ibu Hamil dan Janin
Bahayanya Kotoran Lalat
Bahayanya Kotoran Lalat bagi Kesehatan Manusia
Bahaya Minum Kopi Saat Menyusui
Bahaya Minum Kopi Saat Menyusui
Pentingnya Air dan Oksigen
Pentingnya Air dan Oksigen Bagi Tubuh Manusia

Fauna

Fakta Hewan Hewan Fantastis Hewan Langka Hewan Legenda Hewan Paling Hewan Prasejarah

Sains

Alam Fakta Makanan Flora Manusia Semesta

Sosial

Bangunan Paling Fakta Negara Kehidupan Prasejarah Sejarah Seni Budaya Paling Tokoh

Teknologi

Gadget Komputer
Desa Wisata Kerajinan Kuliner Minat Khusus Seni Budaya Wisata Alam Wisata Religi Wisata Sejarah
Kampung Dinoyo
Kampung Dinoyo Bertumbuh Berkat Keteguhan Pengrajin
Pintu Gua Sigolo-Golo
Pintu Gua Sigolo-Golo bagai Hamparan Surga
Candi Arimbi Gerbang Keraton Majapahit
Candi Arimbi Gerbang Keraton Majapahit sebelah Selatan