Kampung Jambangan sebagai Percontohan Desa Sehat

Kali ini kami akan ulas perihal Kampung Jambangan sebagai Percontohan Desa Sehat. Meledaknya jumlah penduduk berdampak pada hasil sampah yang apabila tidak dikelola akan menimbulkan masalah baru. Surabaya menjadi salah satu kota yang dapat mengelola sampah dengan baik. Pengelolaan sampah telah memberikan penghasilan untuk masyarakat salah satunya di Kampung Jambangan. Selain pengelolaan sampah, desa ini juga memiliki keasrian yang sangat mendukung untuk hidup sehat.

Kampung Jambangan sebagai Percontohan Desa Sehat

Kampung Jambangan sebagai Percontohan Desa Sehat

Kepedulian warga dalam mengurangi sampah menjadi produk daur ulang yang menjadi barang-barang mempunyai nilai guna maupun nilai ekonomis, menjadi katalisator terbaik dalam mengurangi intensitas sampah.

Kampung Jambangan yang terletak di Desa Jambangan, Kecamatan Jambangan Surabaya. Kampung ini menjadi salah satu wilayah terbaik di Surabaya dalam berkreasi mendaur ulang sampah menjadikan kerajinan. Dan desa ini disebut juga kampung wisata. Kampung ini terkenal hingga ke mancanegara sebab tokoh dan warganya berhasil menciptakan lingkungan yang sehat, bersih dan nyaman.

Memasuki kampung wisata Jambangan pengunjung akan dimanjakan oleh suasana bersih dan asri serta kesejukan udara sebab hijaunya tanaman di perkampungan ini. Setiap rumah terlihat memiliki beraneka jenis pepohonan besar, perdu bahkan beragam tanaman hias dalam pot tertata rapi menghiasi setiap gang-gang yang ada di kawasan Kampung Jambangan.

Kreativitas dan semangat yang tinggi, warga mampu menyulap gang-gang sempit menjadi kawasan penuh dengan tanaman hias sehingga lingkungan perkampungan ini menjadi bersih, sehat dan asri.

Sejarah Nama Kampung Jambangan

Nama Jambangan berarti tempat bunga, vas, pot, atau guci. Dari segi sejarah, nama Jambangan dikaitkan dengan wilayah Ketintang sebagai sentra industri pande besi. Jambangan dahulu digunakan sebagai tempat air untuk mendinginkan besi yang sudah ditempa. Jambangan ini terlempar ke daerah persawahan dan sungai yang jaraknya tidak jauh dari Ketintang.

Kondisi wilayah Jambangan saat ini mayoritas permukiman dengan masih menyisakan sedikit lahan pertanian berupa sawah sekitar 10 persen. Kelurahan ini baru berkembang sekitar tahun 1970. Dalam waktu singkat, jumlah pemukim meningkat dan membuat kampung itu ramai. Kedatangan mereka tidak diimbangi dengan penataan lingkungan yang sehat, sehingga berdampak pada sampah dan kakus semipermanen yang biasa disebut “helikopter” di sepanjang pinggir kali Surabaya.

Sriyatun Djupri selama 35 tahun sejak tahun 1973 berinisiatif melakukan sosialisasi untuk menciptakan lingkungan bersih. Dia berusaha mengubah perilaku warga untuk tidak buang hajat di sungai, hingga ia berhasil dan penghargaan Kalpataru untuknya pada tahun 2008. Kader-kader almarhum Sriyatun kemudian mengembangkannya dengan membentuk kampung Jambangan sebagai kampung yang asri, bersih, dan sehat. Di antaranya dengan tidak lagi membuang sampah dan hajat di sungai.

Pengelolaan Sampah di Kampung Jambangan

Ajakan atau slogan kepada warga kampung tentang pentingnya menggunakan sumber daya air secara bijak juga menjadi program utama yang terkait dengan pengelolaan lingkungan kawasan ini. Di kawasan ini terdapat bak penampungan untuk sampah kering dan sampah basah. Sampah anorganik disulap menjadi uang, sementara sampah organik diolah menjadi pupuk untuk taman-taman di Surabaya dan warga yang membutuhkan.

Pengelolaan sampah kering yang ada di bak penampungan kemudian dikirim ke Bank Sampah. Seperti halnya menabung, nasabah yang telah selesai menimbang sampah kering yang ia bawa akan mendapat uang sebagai harga dari barang yang dibawanya. Selain itu, warga kampung Jambangan juga mendaur ulang sampah menjadi beragam kerajinan seperti tas, taplak meja, kerajinan bunga, baju, hiasan dinding ataupun lampu.

Semua dibuat dari bahan botol, plastik, maupun bungkus makanan. Sampah basah berupa sisa dapur dan sayuran selanjutnya dikomposkan dengan menempatkannya ke dalam drum-drum plastik. Drum-drum plastik berwarna biru diletakkan di setiap gang kawasan kampung Jambangan. Dalam waktu sekitar 2-3 bulan kompos telah siap digunakan sebagai pupuk organik tanaman.

Pengelolaan Limbah Rumah Tangga di Kampung Jambangan

Kampung Jambangan juga mengelola limbah air rumah tangga yang berasal dari air mandi, air bekas cucian, didaur ulang melalui suatu sistim beberapa bak penyaring dengan memanfaatkan saringan sabut kelapa, batu kerikil, dan zat yang mengandung bakteri anaerob untuk menghilangkan bakteri.

Setelah melalui proses tersebut, air bisa digunakan kembali untuk menyiram tanaman. Tidak kalah menariknaya, secara gratis warga bisa menikmati layanan taman bacaan dengan persediaan cukup banyak koleksi literatur yang bisa dimanfaatkan, termasuk jurnal-jurnal ilmiah populer yang berkaitan erat dengan pengelolaan lingkungan hidup.

Demikian informasi berkaitan dengan Kampung Jambangan sebagai Percontohan Desa Sehat, kami harap post kali ini mencerahkan kalian. Kami berharap artikel desa wisata ini diviralkan agar semakin banyak yang mendapat manfaat.

Referensi:

Leave a Reply

Kisah Entrepreneur Peluang Bisnis Seputar Bisnis Tips Bisnis Tokoh Pebisnis Indonesia
Usaha Toko Kelontong
Membuka Usaha Toko Kelontong Modal Kecil Untung Besar
Bisnis Tanaman Hias
Buka Bisnis Tanaman Hias secara Sederhana
Model Bisnis
3 Model Bisnis untuk Efisiensi Perusahaan

Dunia Digital

Domain Hosting Jasa Online Website Workshop / Seminar

Penghasilan Online

Aplikasi Penghasil Uang Investasi Online Jualan Online Sumber Lain

Promosi Online

Marketing Online Presentasi Online SEO dan SEM Sosmed Marketing

Tools dan Software

Theme Tools Sosmed Tools Website
MSI Online Bisnis SB1M Sharia Indonesia Synergy Worldwide
Strategi Digital Marketing
Strategi Digital Marketing untuk Bisnis Online Anda
Ion Silver MSI
Ion Silver MSI terbaru untuk Perawatan Wajah
Bueno Spray
Bueno Spray Penghilang Bau Badan yang Efektif
Saudagar Properti
Saudagar Properti Punya Solusi Hunian dan Investasi Menguntungkan
Produk MSI
Produk MSI yang Sudah Terbukti Khasiatnya
Theme WordPress Responsive
Theme WordPress Responsive Pilihan Terbaik Anda
privat fb ads
Privat FB Ads untuk Meningkatkan Omset Bisnis
Desa Wisata Wisata Alam Wisata Kuliner Wisata Minat Khusus Wisata Religi Wisata Sejarah Wisata Seni Budaya
Gunung Dempo
Wisata Alam Gunung Dempo yang Lengkap
Ziarah ke Makam Gus Dur
Ziarah ke Makam Gus Dur di PP Tebu Ireng
Tips Memilih Hotel Terbaik
Tips Memilih Hotel Terbaik untuk Liburan Anda

Fakta Fantastik

Alam Fantastis Fantastis Lainnya Hewan Fantastis Legenda Fantastis

Fakta Tokoh

Atlit Hebat Ilmuwan Hebat Ilmuwan Muslim Penemu Hebat

Fakta Unik

Fakta Hewan Fakta Makanan Fakta Manusia Fakta Negara Fakta Tumbuhan

Paling di Dunia

Alam Paling Bangunan Paling Hewan Paling Seni Budaya Paling Tumbuhan Paling
Hewan Peliharaan Hobi dan Koleksi Ide Kreatif Pakaian Personal Branding Seputar Rumah Tips Keuangan Tips Lainnya
Perencanaan Dana Pensiun
Perencanaan Dana Pensiun Anda di DPLK dan DPPK
Dana Pendidikan Anak
Menyiapkan Dana Pendidikan Anak dengan Cara Terbaik
Tawar Menawar di Pasar
Trik Tawar Menawar di Pasar Tradisional