Jenis Mamalia Langka yang Hampir Punah

Apakah ada jenis mamalia langka yang nyaris punah di dunia? Ada beberapa spesies mamalia yang nyaris punah yang ada di Dunia. Mau tahu hewan mamalia apa sajakah itu? Simak artikel fakta mamalia ini hingga selesai.

Jenis Mamalia Langka

Jenis Mamalia Langka

Semakin hari, populasi hewan banyak yang berkurang, bahkan hilang karena punah (termasuk spesies mamalia). Setidaknya ada beberapa spesies mamalia yang peneliti anggap langka dan unik, yang sekarang nyaris punah (berdasarkan daftar EDGE*).

Berikut ini spesies-spesies mamalia tersebut :

1. Ekidna Moncong Panjang

Ada 3 jenis Ekida Moncong Panjang yang nyaris punah, yaitu ekidna moncong panjang (EMP) :

  • EMP Timur (Zaglossus bartoni);
  • EMP Barat (Zaglossus bruijnii); dan
  • EMP Sir David (Zaglossus attenboroughi).

Berikut penjelasannya :

a. Ekidna Moncong Panjang Timur dan Barat

Ekidna moncong panjang timur dan barat memiliki fitur yang unik yaitu perpaduan antara mamalia dan reptil. Keduanya juga nyaris punah akibat :

  • perburuan;
  • kehilangan habitat; serta
  • aktivitas pertambangan, pertanian, dan penebangan liar.

b. Ekidna Moncong Panjang Sir David

Dari seluruh spesies EMP, ekidna moncong panjang Sir David merupakan yang paling kecil dan paling terancam punah. Spesies ini awalnya dikenali dari sebuah spesimen yang peneliti temukan pada tahun 1961.

Awalnya para peneliti percaya bahwa hewan ini telah punah. Namun kemudian tim EDGE menemukan bukti kalau spesies ini masih bertahan pada tahun 2007. Distribusi dari ketiga spesies EMP ini terletak di Papua dan Papua Nugini.

2. Greater Short-Tailed Bat

Ada dua jenis kelelawar ekor pendek (Mystacina robusta) yaitu :

  • Greater Short-Tailed Bat / kelelawar ekor pendek Selandia Baru (New Zealand), dan
  • Lesser short-tailed bat.

Kelelawar ekor pendek Selandia Baru kemungkinan sudah punah. Hal ini menyusul kedatangan orang Eropa di sana sejak 200 tahun yang lalu.

Tak seperti saudara dekatnya (Lesser short-tailed bat), spesies ini lebih banyak menghabiskan waktu mereka di dalam tanah. Sehingga spesies ini rentan terhadap serangan predator seperti tikus.

Belum ada penampakan kelelawar ini sejak tahun 1967. Ada laporan yang terdengar, tapi susah untuk diverifikasi. Karena area yang dilaporkan tersebut :

  • milik suku lokal Maori, dan
  • susah untuk dapat izin masuk ke daerah tersebut.
3. Baiji

Baiji (Lipotes vexillifer) atau lumba-lumba di sungai Yangtze kemungkinan merupakan hewan yang sudah punah. Karena hanya tinggal 13 saja yang peneliti temukan selama survei populasi antara 1997 dan 1999. Survei terbaru yang peneliti lakukan tidak berhasil menemukan satu pun baiji yang tersisa di sungai tersebut.

Sungai Yangtze merupakan salah satu sungai yang sangat ramai. Namun, akibat aktivitas pemancingan maupun polusi limbah mengakibatkan baiji :

  • kehilangan habitatnya, dan
  • populasinya menurun drastis.
4. Mountain Pygmy Possum

Mountain pygmy possum (Burramys parvus) merupakan spesies jenis marsupial unik yang awalnya hanya kita ketahui dari fosilnya saja. Namun kemudian peneliti temukan pada tahun 1966 di sebuah resort ski di Victoria.

Hewan ini adalah salah satu dari pygmy possum terbesar di Australia. Dan hewan ini merupakan mamalia kecil yang usianya terpanjang di dunia. Hewan betinanya bisa mencapai usia lebih dari 12 tahun. Namun sayangnya, kehadiran industri resort ski yang menjamur di Australia menyebabkan possum kecil ini kehilangan habitatnya sampai kini nyaris punah.

5. Solenodon Kuba

Solenodon memang punya penampilan yang mirip dengan tikus, namun mereka tak seperti tikus sama sekali. Hewan ini adalah satu-satunya mamalia yang menginjeksi korbannya dengan racun.

Solenodon hanya terdiri dari 2 spesies, yaitu :

  • Hispaniolan solenodon yang peneliti temukan di kepulauan Hispaniola, dan
  • Cuban solenodon atau solenodon Kuba (Solenodon cubanus) yang persebarannya di Kuba.

Sebelum kolonisasi orang Eropa, spesies Solenodon adalah predator yang dominan di habitatnya. Tapi seiring berjalannya waktu Solenodon kalah dengan predator baru seperti :

  • anjing,
  • kucing,
  • luwak,
  • dan lainnya.
6. Kelinci Riverine

Spesies kelinci riverine (Bunolagus monticularis) berbeda dengan sebagian besar spesies / keluarga kelinci lainnya. Karena mereka tidak berkembang biak seperti kelinci.

Spesies kelinci pada umumnya bisa membesarkan 12 bayi tiap kali hamil dan berkali-kali hamil dalam satu musim. Sedangkan kelinci riverine hanya dapat ;

  • membesarkan 1 anak dalam 1 waktu, dan
  • hidup di alam terbuka selama 3 – 4 tahun.

Habitat kelinci ini ada di gurun Karoo, Afrika. Dan populasinya terancam punah akibat gurun tersebut sering orang jadikan lahan pertanian.

7. Badak

Terdapat 3 jenis badak yang nyaris punah, yaitu :

a. Badak Bercula Dua Sumatera

Badak bercula dua Sumatera (Dicerorhinus sumatrensis) atau badak berambut merupakan spesies badak yang paling kecil. Dan badak ini termasuk dari 5 jenis spesies badak yang masih bertahan hidup. Spesies badak ini hidup di pedalaman hutan Asia Tenggara yang sebagian besarnya ada di Indonesia.

Sayangnya, aktivitas manusia seperti penggundulan hutan menyebabkan populasi spesies badak ini turun drastis sehingga terancam punah. Saat ini hanya ada sekitar 275 ekor yang hidup hingga saat ini.

b. Badak Hitam

Badak putih dan badak hitam (Diceros bicornis) tak dinamakan berdasarkan warna kulit atau tubuhnya, tapi menurut bentuk bibirnya. Di mana badak hitam memiliki bibir atas yang mengatup, yang mereka gunakan untuk menarik tumbuhan ke dalam mulutnya.

Spesies ini terkenal berbahaya, sehingga banyak mengalami pembunuhan daripada badak lainnya. Populasinya mengalami penurunan drastis sebanyak 96 persen antara tahun 1970 hingga 1992.

Selain itu, badak memerlukan kondisi lingkungan yang spesial untuk dapat berkembang biak. Terutama badak betina yang membutuhkan teman-teman badak betina lainnya untuk menemaninya dalam mengembangbiakkan dan membesarkan anaknya.

c. Badak Jawa

Populasinya kurang dari 60 ekor. Sehingga badak Jawa (Rhinoceros sondaicus) atau badak bercula satu merupakan spesies badak yang paling langka dariipada badak lainnya. Hewan ini punya 1 buah cula dan kulit yang sangat tebal, bahkan disebut-sebut menyerupai besi baja.

Seperti badak lainnya, spesies ini memakan tumbuh-tumbuhan. Kebanyakan dari mereka menghabiskan waktunya berendam dalam lumpur untuk mendinginkan tubuh.

Meski populasinya kini dijaga dalam taman nasional, tapi culanya masih banyak pemburu buru. Sehingga populasi badak Jawa masih tetap terancam. Populasinya yang kecil juga menyebabkan mereka sangat berisiko menghadapi penyakit dan bencana alam yang besar.

Baca juga : Fakta Unik dan Menarik Badak

8. Wombat Hidung Berbulu

Hanya ada 3 spesies wombat (Lasiorhinus kretii) yang saat ini masih bertahan hidup, salah satunya adalah wombat hidung berbulu. Wombat merupakan makhluk yang beraktivitas di malam hari (nokturnal), dan kebanyakan beraktivitas sendirian. Sepanjang hari, wombat tinggal di dalam lubang. Mereka baru akan keluar pada malam hari untuk makan rerumputan.

Wombat banyak kehilangan habitat akibat :

  • aktivitas pertanian, dan
  • munculnya predator-predator yang masuk ke Australia.
9. Unta Bactrian

Spesies unta bactrian (Camelus ferus) dapat dibedakan dengan unta Arab dari kedua punuknya. Jenis unta ini harus beradaptasi di gurun Gobi yang ganas. Di mana gurun Gobi merupakan salah satu tempat paling berbahaya dan rawan di bumi.

Spesies ini bisa bertahan dari :

  • dahaga yang panjang,
  • kekurangan makanan, dan
  • radiasi pengujian nuklir.

Tapi, eksistensi mereka kini terancam karena :

  • kompetisi memperebutkan air dan makanan,
  • perburuan, serta
  • kehilangan habitat.

Unta bactrian punya kemampuan adaptasi yang unik dalam menghadapi cuaca ekstrim. Bulu unta ini bisa jadi sangat tebal saat musim dingin, sementara saat musim panas mereka nyaris tak berbulu. Selain itu, mereka memiliki kaki yang lembut, mirip sepatu salju, untuk mencegahnya terperosok ke dalam pasir gurun.

Catatan :

EDGE (Evolutionarily Distinct, Globally Endangered) yang Zoological Society of London keluarkan.

Baca juga : Hewan Purba yang Masih Hidup di Indonesia

Sekian info perihal jenis mamalia langka yang hampir punah, kami harap post ini berguna untuk kalian. Mohon artikel fakta hewan mamalia ini kalian viralkan supaya semakin banyak yang mendapatkan manfaat.

Referensi : Planet Fauna

Leave a Reply

Affiliate Marketing Internet Entrepreneur Jualan Online SEO Situs Jualan Situs Klik Traffic Generation Website
Pola Hypnotic Closing
Pola Hypnotic Closing bagi Penjual Online Pemula
Strategi Viral Marketing
Strategi Viral Marketing untuk Mempromosikan Bisnis Online
Rekening Online Paypal
Rekening Online Paypal Alat Pembayaran Global

Hobi

Hewan Peliharaan Koleksi Liburan Olahraga Otofun Seni

Hunian

Bangunan Furniture Kebun dan Tanaman Rumah Tempat Tinggal

Menarik

Kecantikan Kesehatan Motivasi dan Inspirasi Parenting Tips Lainnya Tips Pendidikan

Rumah Tangga

Belanja Fashion Ide Kreatif Peralatan Perlengkapan Tips Rumahan
Meningkatkan Fungsi Otak
Meningkatkan Fungsi Otak secara Alami dengan Berpuasa
Mengurangi Lemak Tubuh
Mengurangi Lemak Tubuh secara Alami dengan Puasa
Manfaat Puasa bagi Manusia
Manfaat Puasa bagi Manusia yang Perlu Diketahui
Menurunkan Berat Badan
Menurunkan Berat Badan lewat Puasa
Vitamin C bagi Ibu Hamil
Pentingnya Vitamin C bagi Ibu Hamil dan Janin
Bahayanya Kotoran Lalat
Bahayanya Kotoran Lalat bagi Kesehatan Manusia
Bahaya Minum Kopi Saat Menyusui
Bahaya Minum Kopi Saat Menyusui
Pentingnya Air dan Oksigen
Pentingnya Air dan Oksigen Bagi Tubuh Manusia

Fauna

Fakta Hewan Hewan Fantastis Hewan Langka Hewan Legenda Hewan Paling Hewan Prasejarah

Sains

Alam Fakta Makanan Flora Manusia Semesta

Sosial

Bangunan Paling Fakta Negara Kehidupan Prasejarah Sejarah Seni Budaya Paling Tokoh

Teknologi

Gadget Komputer
Desa Wisata Kerajinan Kuliner Minat Khusus Seni Budaya Wisata Alam Wisata Religi Wisata Sejarah
Kampung Dinoyo
Kampung Dinoyo Bertumbuh Berkat Keteguhan Pengrajin
Pintu Gua Sigolo-Golo
Pintu Gua Sigolo-Golo bagai Hamparan Surga
Candi Arimbi Gerbang Keraton Majapahit
Candi Arimbi Gerbang Keraton Majapahit sebelah Selatan