Sejahtera dengan Menabung Saham

Pembahasan kita kali ini adalah sejahtera dengan menabung saham. Dibanding negara di ASEAN seperti Singapura, Malaysia dan Thailand, jumlah investor saham di Indonesia masih kalah jauh. Padahal saham menawarkan imbal hasil lebih tinggi daripada tabungan bank.

Sejahtera dengan Menabung Saham

Secara rata-rata, investasi di saham Indonesia bisa memberikan imbal hasil sekitar 13 hingga 20 persen per tahun, tergantung panjang periode investasinya. Lebih tinggi dari rata-rata imbal hasil investasi di

  • properti (sekitar 10 persen hingga 15 persen per tahun, tergantung lokasi / kota),
  • emas (sekitar 7 persen hingga 14 persen per tahun, tergantung panjang periode investasinya),
  • obligasi pemerintah seperti ORI atau Sukuk (berkisar 8 persen hingga 9 persen per tahun) atau
  • deposito bank (berkisar 6 persen hingga 8 persen per tahun).

Namun resiko atau ketidakpastian investasi juga berbanding lurus dengan besaran imbal hasil yang diharapkan.

Sejahtera dengan Menabung Saham

Mengapa jumlah investor saham di Indonesia saat ini hanya ada sekitar 480 ribu, kurang dari 3 persen penduduk Indonesia ? Alasan utamanya adalah saham masih dilihat sebagai investasi yang terlalu berisiko.

Pihak Bursa Efek Indonesia (BEI) bekerja sama dengan lembaga survei AC Nielsen melakukan survei di 9 kota besar di Indonesia dengan total populasi 23 juta penduduk. Sampel terdiri atas 2.800 responden. Hasil sementara dari penelitian ini yaitu bahwa dari sekitar 4 juta orang yang tahu tentang saham, tercatat 20 persen di antaranya tahun dan ingin berinvestasi. Sedangkan 80 persen lainnya tidak tertarik dengan alasan terlalu beresiko.

Alasan lain adalah ketidaktahuan tentang cara memilih dan bertransaksi saham. Selain itu, pada umumnya masyarakat menganggap investasi di saham membutuhkan dana besar. Tidak heran jika Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan BEI berupaya keras mensosialisasikan investasi saham.

Salah satunya adalah dengan menggelar kampanye “Yuk Nabung Saham”. Tujuannya tidak hanya menambah jumlah investor baru dan jumlah investor aktif, namun juga berupaya untuk menanamkan kebutuhan berinvestasi di pasar modal.

Terobosan Kreatif

Sebuah terobosan yang kreatif dengan mengajak masyarakat untuk menabung saham. Maksudnya adalah berinvestasi di saham dengan prinsip seperti menabung. Kampanye ini ingin membangun kesadaran bahwa berinvestasi saham tidak perlu harus sekaligus banyak, yang penting rutin dan menjadi kebiasaan yang baik (good habit).

Saat ini dengan uang uang Rp 100 ribu sudah bisa membeli saham. Karena 1 lot berisi 100 saham, dengan dana tersebut kita bisa membeli 1 lot saham seharga Rp 1 ribu. Namun pilihan saham yang harganya di bawah Rp 1 ribu agak terbatas. Dengan modal yang lebih besar, misalnya Rp 1 juta, kita bisa membeli 1 lot saham seharga Rp 10 ribu.

Kita bisa menjadi pemilik perusahaan besar dengan produk terkenal seperti Telkom, Astra Internasional, Kalbe Farma, Indofood, Bank Mandiri, Wijaya Karya, Adhi Karya, Jasa Marga.

Misalnya setiap awal bulan kita bisa menyisihkan Rp 1 juta untuk dibelikan saham yang diharapkan bisa memberikan rata-rata imbal hasil 20 persen per tahun. Dalam waktu 20 tahun, uang kita akan menjadi Rp 3,16 M. Jika kita memperoleh rata-rata imbal hasil 25 persen per tahun., uang kita akan menjadi Rp 6,68 M!

Semakin panjang waktu investasi dan semakin besar imbal hasil investasi per tahun, semakin besar pula uang kita di masa mendatang. Pepatah mengatakan, “sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit”. Pepatah lain “menabung pangkal kaya” kurang tepat jika kita menabung uang di bank. Bisa kita revisi dengan “menabung saham pangkal kaya”.

Sekian informasi seputar sejahtera dengan menabung saham, semoga artikel ini bermanfaat buat kalian. Mohon post ini dishare biar semakin banyak yang memperoleh manfaat.

Referensi :

Ternyata belajar internet itu mengasyikan, apalagi bisa punya penghasilan jutaan rupiah per bulan... rasanya gimana gitu... Tapi gimana cara belajarnya?? Klik gambar di bawah untuk dapat solusinya

Komunitas SB1M
loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Info SB1M Internet Marketing Training SB1M
Belajar Internet Marketing SB1M
Belajar Internet Marketing SB1M bagi Pemula
Sekolah Marketing Online SB1M
Sekolah Marketing Online SB1M untuk Umum
Kursus Internet Bisnis SB1M
Kursus Internet Bisnis SB1M Online Untuk Pemula
Bisnis Investasi Peluang Bisnis
Tips Usaha Kecil Anda Agar tidak Bangkrut
Tips Usaha Kecil Anda Agar tidak Bangkrut
Trik Pebisnis Sukses
Trik Pebisnis Sukses Menggunakan Waktu Secara Efisien
Hal-Hal yang Mesti Kita Pahami Sebelum Berinvestasi Saham
Hal-Hal yang Mesti Kita Pahami Sebelum Berinvestasi Saham
Atlit Hebat Ilmuwan Hebat Ilmuwan Muslim Penemu Hebat Pengusaha Indonesia
atlit basket hebat di dunia
Atlit Basket Hebat di Dunia
Penemu Hebat dari Jerman
Penemu Hebat dari Jerman yang Perlu Kita Tahu
Tokoh Ilmuwan Hebat India
Tokoh Ilmuwan Hebat India Zaman Dahulu
Synergy Worldwide
Synergy Worldwide Solusi Kesehatan dan Bisnis
Education dan Jasa
Education dan Jasa
Buku Bisnis Ednovate
Buku Bisnis Karya Hermas Puspito dan Tim
Produk OSB Group
Produk OSB (Omar Smart Brain) Group
Fakta Fantastik Paling di Dunia Unik dan Menarik
leher jerapah yang mengagumkan
Leher Jerapah yang Mengagumkan dan Unik
Aktivitas Menghirup dan Menghembuskan Napas pada Makhluk Hidup
Aktivitas Menghirup dan Menghembuskan Napas pada Makhluk Hidup
Kura-kura dan Penyu
Kura-Kura dan Penyu Serupa tapi Tidak Sama
Hobi dan Koleksi Ide Kreatif Pakaian Personal Branding Seputar Rumah Tips Keuangan Tips Lainnya Tips Sehat dan Cantik
bahaya minum kopi saat menyusui
Bahaya Minum Kopi Saat Menyusui
Tips Asyik Berkunjung ke Pameran Seni
Tips Asyik Berkunjung ke Pameran Seni
Tips Mengelola Waktu dalam Bekerja
Tips Mengelola Waktu dalam Bekerja
Desa Wisata Wisata Alam Wisata Kuliner Wisata Religi Wisata Seni Budaya
Bir Pletok Khas Betawi
Bir Pletok Khas Betawi Minuman Penuh Khasiat
Masjid Sulthoni Wotgaleh
Masjid Sulthoni Wotgaleh Berbah Sleman Yogyakarta
Museum Perumusan Naskah Proklamasi
Bernostalgia di Museum Perumusan Naskah Proklamasi