Sarana Investasi Perbankan dalam Bentuk Deposito dan Reksadana

Topik kita kali ini ialah sarana investasi perbankan dalam bentuk deposito dan reksadana. Dua sarana investasi dalam perbankan yang banyak dilakukan oleh orang-orang yang memiliki kelebihan atau memang sudah dialokasikan yaitu deposito dan reksa dana.

Sarana Investasi Perbankan

Sarana Investasi Perbankan

Berikut penjelasan singkatnya tentang sarana investasi perbankan dalam bentuk Deposito dan Reksadana:

Pasukan Synergy
Deposito

Deposito adalah salah satu sarana investasi. Sama seperti tabungan, kedua-duanya adalah produk keluaran perbankan. Selain itu deposito dapat juga disimpan dalam bentuk mata uang rupiah atau mata uang asing. Perbedaan nyata antara tabungan dengan deposito terletak pada tingkat suku bunga dan jangka waktu penarikan dana.

Bunga deposito jelas lebih tinggi dari bunga tabungan. Hal ini wajar karena dalam deposito uang Anda tidak bisa Anda tarik seenaknya sebelum waktunya, katakanlah 1 bulan, 6 bulan atau 1 tahun. Beda dengan tabungan yang hari ini Anda setor, besok bisa Anda tarik.

Deposito tetap bisa Anda cairkan sebelum jangka waktunya tetapi untuk itu Anda tidak akan mendapatkan bunga dan sekaligus dikenai “penalti” yang besarnya 15% dari total deposito Anda. Ini berarti jika deposito Anda Rp 10 juta dan dicairkan sebelum waktunya, Anda hanya akan mendapatkan Rp 8,5 juta.

Beberapa perusahaan atau yayasan-yayasan sering menempatkan kelebihan dananya ke dalam deposito. Hasil bunganya dipergunakan untuk membayar gaji pegawai atau biaya operasional. Kalau Anda memiliki uang yang tidak dipergunakan dalam jangka waktu panjang, sebaiknya didepositokan saja. Malah ada bank yang membayar bunga depositonya di muka.

Berinvestasi dalam produk perbankan tentunya dikenakan biaya-biaya seperti biaya administrasi, pajak atas bunga, biaya ATM (jika ada) serta biaya lainnya akibat fasilitas bank yang kita pergunakan. Besar kecilnya biaya ini tergantung bank mana yang kita pilih. Sama seperti halnya dengan bunga bank.

Pasukan Synergy

Bank asing seperti Citibank, HSBC, Standar Chartered Bank tentu akan memberikan tingkat bunga yang lebih rendah dibandingkan bank lokal. Alasannya yaitu tadi, likuiditas, fasilitas dan keamanan bank tersebut dalam mengelola dana.

Reksa Dana

Bukan hanya saham dan obligasi yang diperdagangkan di dunia pasar modal, melainkan juga reksa dana. Sama seperti saham yang bisa dibeli dan dijual kapan saja, demikian juga reksa dana (reksa dana terbuka).

Reksa dana menjadi pilihan investasi yang sangat menarik karena reksa dana saat ini sedang didukung oleh pemerintah untuk diperkenalkan ke masyarakat luas. Karenanya, pemerintah membebaskan biaya pajak bagi reksa dana yang menanamkan modalnya di obligasi. Kelebihan inilah yang membuatnya mempunyai rate of return yang tinggi.

Di samping itu tingkat likuiditasnya sangat tinggi (khusus reksa dana terbuka). Berinvestasi di reksa dana juga terjamin karena pemerintah melalui Bank Kustodian melindungi dana masyarakat yang berhasil dihimpun dalam reksa dana.

Untuk mempermudah Anda memahami apa itu reksa dana, anggap saja seperti menabung di bank. Uang atau dana yang berhasil dikumpulkan tersebut akan dikelola dengan baik sehingga mampu membayar atau melunasi sewaktu-waktu Anda menjual reksa dana tersebut.

Biasanya yang mengelola reksa dana adalah perusahaan sekuritas atau perusahaan manajemen investasi. Kedua-duanya harus memiliki izin khusus dari Bapepam. Mereka inilah yang mengeluarkan reksa dana dengan berbagai jenis, pilihan investasi dan persyaratan.

Cukup dengan modal Rp 200 ribu untuk pembelian awal selanjutnya Rp 100 ribu, Anda bisa berinvestasi di reksa dana. Sebaiknya tujuan investasi reksa dana adalah tujuan jangka panjang.

Demikian info seputar sarana investasi perbankan dalam bentuk deposito dan reksadana, semoga postingan kali ini bermanfaat untuk Anda. Kami berharap artikel ini disebarluaskan supaya semakin banyak yang memperoleh manfaat.

Referensi:

Ternyata belajar internet itu mengasyikan, apalagi bisa punya penghasilan jutaan rupiah per bulan... rasanya gimana gitu... Tapi gimana cara belajarnya?? Klik gambar di bawah untuk dapat solusinya

Komunitas SB1M
loading...
Hosting Berkualitas

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Info SB1M Internet Marketing Training SB1M
Belajar Internet Marketing SB1M
Belajar Internet Marketing SB1M bagi Pemula
Sekolah Marketing Online SB1M
Sekolah Marketing Online SB1M untuk Umum
Kursus Internet Bisnis SB1M
Kursus Internet Bisnis SB1M Online Untuk Pemula
Bisnis Investasi Peluang Bisnis
Kenali investasi obligasi
Kenali Investasi Obligasi agar Tidak Salah Pilih
Ketentuan Hukum Bisnis Waralaba
Ketentuan Hukum Bisnis Waralaba di Indonesia
investasi emas dan properti
Investasi Emas dan Properti yang Perlu Kita Tahu
Atlit Hebat Ilmuwan Hebat Ilmuwan Muslim Penemu Hebat Pengusaha Indonesia
atlit basket hebat di dunia
Atlit Basket Hebat di Dunia
Penemu Hebat dari Jerman
Penemu Hebat dari Jerman yang Perlu Kita Tahu
Tokoh Ilmuwan Hebat India
Tokoh Ilmuwan Hebat India Zaman Dahulu
Synergy Worldwide
Synergy Worldwide Solusi Kesehatan dan Bisnis
Education dan Jasa
Education dan Jasa
Buku Bisnis Ednovate
Buku Bisnis Karya Hermas Puspito dan Tim
Produk OSB Group
Produk OSB (Omar Smart Brain) Group
Fakta Fantastik Paling di Dunia Unik dan Menarik
fakta unik ular
Fakta Unik Ular yang Ada di Dunia
Fakta Unik Ulat Sutera
Fakta Unik Ulat Sutera Hewan yang Paling Rakus
fakta unik ubur-ubur
Fakta Unik Ubur-Ubur Hewan dengan Sengatan Mematikan
Hobi dan Koleksi Ide Kreatif Pakaian Personal Branding Seputar Rumah Tips Keuangan Tips Lainnya Tips Sehat dan Cantik
tiga jenis harta produktif
Tiga Jenis Harta Produktif bagi Kita
kiat hadapi hari senin
Kiat Hadapi Hari Senin agar Siap Beraktivitas
Pentingnya Memahami Rencana Keuangan Pribadi
Pentingnya Memahami Rencana Keuangan Pribadi
Desa Wisata Wisata Alam Wisata Kuliner Wisata Religi Wisata Seni Budaya
Tempat Hidup Kesenian Ondel-Ondel Betawi
Tempat Hidup Kesenian Ondel-Ondel Betawi
kerajinan sapu rayung
Kerajinan Sapu Rayung Tetap Dilestarikan Masyarakat Bojong
kisah kerak telor jakarta
Kisah Kerak Telor Jakarta yang Hijau hingga Filosofinya