Proses Pengajuan Jaminan Hari Tua

Pembahasan kita kali ini ialah proses pengajuan jaminan hari tua. Program jaminan hari tua (JHT) merupakan program perlindungan yang bersifat dasar bagi tenaga kerja yang bertujuan untuk menjamin adanya keamanan dan kepastian terhadap risiko-risiko sosial ekonomi. Jaminan ini juga merupakan sarana penjamin arus penerimaan penghasilan bagi tenaga kerja dan keluarganya akibat dari terjadinya risiko-risiko sosial dengan pembiayaan yang terjangkau oleh pengusaha dan tenaga kerja.

proses pengajuan jaminan hari tua

Risiko sosial ekonomi yang ditanggulangi oleh program tersebut terbatas saat terjadi peristiwa kecelakaan, sakit, hamil, bersalin, cacat, hari tua dan meninggal dunia, yang mengakibatkan berkurangnya atau terputusnya penghasilan tenaga kerja dan / atau membutuhkan perawatan medis penyelenggaraan program jaminan sosial ini menggunakan mekanisme asuransi sosial.

Program jaminan hari tua ditujukan sebagai pengganti terputusnya penghasilan tenaga kerja karena meninggal, cacat atau hari tua dan diselenggarakan dengan sistem tabungan hari tua. Program jaminan hari tua memberikan kepastian penerimaan penghasilan yang dibayarkan pada saat tenaga kerja mencapai usia 55 tahun atau telah memenuhi persyaratan tertentu.

Besaran iuran program jaminan hari tua yaitu :

  • Ditanggung perusaahaan = 3,7%
  • Ditanggung tenaga kerja = 2%

Kemanfaatan jaminan hari tua adalah sebesar akumulasi iuran ditambah hasil pengembangannya.

Jaminan hari tua akan dikembalikan atau dibayarkan sebesar iuran yang terkumpul ditambah dengan hasil pengembangannya, apabila tenaga kerja :

  • Mencapai umur 55 tahun atau meninggal dunia, atau cacat total tetap
  • Berhenti bekerja yang telah memenuhi masa kepesertaan 5 tahun dan masa tunggu 1 bulan
  • Pergi ke luar negeri tidak kembali lagi atau menjadi PNS / Polri / TNI

Cara Pengajuan Jaminan Hari Tua

Berikut langkah-langkah dalam mengajukan jaminan Hari Tua

  1. Setiap permintaan JHT, tenaga kerja harus mengisi dan menyampaikan formulir 5 BPJS Ketenagakerjaan kepada kantor BPJS Ketenagakerjaan setempat dengan melampirkan sebagai berikut : a) Kartu peserta BPJS Ketenagakerjaan asli; b) Kartu Identitas diri KTP / SIM (fotokopi); c) Surat keterangan pemberhentian bekerja dari perusahaan atau Penetapan Pengadilan Hubungan Industrial; d) Kartu Keluraga (KK).
  2. Permintaan pembayaran JHT bagi tenaga kerja yang mengalami cacat total dilampiri dengan surat keterangan dokter.
  3. Permintaan pembayaran JHT bagi tenaga kerja yang meninggalkan wilayah Republik Indonesia dilampiri dengan : a) Pernyataan tidak bekerja lagi di Indonesia; b) Fotokopi paspor; c) Fotokopi VISA.
  4. Permintaan pembayaran JHT bagi tenaga kerja yang meninggal dunia sebelum usia 55 tahun dilampiri : a) Surat keterangan kematian dari rumah sakit / kepolisian / kelurahan.
  5. Permintaan pembayaran JHT bagi tenaga kerja yang berhenti bekerja dari perusahaan sebelum usia 55 tahun telah memenuhi masa kepesertaan 5 tahun telah melewati masa tunggu satu bulan terhitung sejak tenaga kerja yang bersangkutan berhenti bekerja, dilampiri dengan : a) Fotokopi surat keterangan berhenti bekerja dari perusahaan; b) Surat pernyataan belum bekerja lagi.
  6. Permintaan pembayaran JHT bagi tenaga kerja yang menjadi pegawai negeri sipil / POLRI / TNI.

Selambat-lambatnya 30 hari setelah pengajuan tersebut BPJS Ketenagakerjaan melakukan pembayaran JHT.

Demikian info perihal proses pengajuan jaminan hari tua, kami harap post kali ini mencerahkan kalian. Tolong artikel ini diviralkan agar semakin banyak yang memperoleh manfaat.

Referensi :

Ternyata belajar internet itu mengasyikan, apalagi bisa punya penghasilan jutaan rupiah per bulan... rasanya gimana gitu... Tapi gimana cara belajarnya?? Klik gambar di bawah untuk dapat solusinya

Komunitas SB1M
loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Info SB1M Internet Marketing Training SB1M
Belajar Internet Marketing SB1M
Belajar Internet Marketing SB1M bagi Pemula
Sekolah Marketing Online SB1M
Sekolah Marketing Online SB1M untuk Umum
Kursus Internet Bisnis SB1M
Kursus Internet Bisnis SB1M Online Untuk Pemula
Bisnis Investasi Peluang Bisnis
No Preview
Perbedaan Suku Bunga jadi Alasan Pemilihan Produk Investasi
investasi simpanan mata uang
Investasi Simpanan Mata Uang di Bank
Menabung di bank sebagai sarana investasi
Menabung di Bank sebagai Sarana Investasi
Atlit Hebat Ilmuwan Hebat Ilmuwan Muslim Penemu Hebat Pengusaha Indonesia
atlit basket hebat di dunia
Atlit Basket Hebat di Dunia
Penemu Hebat dari Jerman
Penemu Hebat dari Jerman yang Perlu Kita Tahu
Tokoh Ilmuwan Hebat India
Tokoh Ilmuwan Hebat India Zaman Dahulu
Synergy Worldwide
Synergy Worldwide Solusi Kesehatan dan Bisnis
Education dan Jasa
Education dan Jasa
Buku Bisnis Ednovate
Buku Bisnis Karya Hermas Puspito dan Tim
Produk OSB Group
Produk OSB (Omar Smart Brain) Group
Fakta Fantastik Paling di Dunia Unik dan Menarik
No Preview
Sapi Hewan yang Selalu Mengunyah Makanannya
fakta penguin
Fakta Penguin Empat Bulan Tanpa Makan
Fakta Unik Mata Kucing
Fakta Unik Mata Kucing yang dapat Bersinar
Hobi dan Koleksi Ide Kreatif Pakaian Personal Branding Seputar Rumah Tips Keuangan Tips Lainnya Tips Sehat dan Cantik
Jangan Gugup Saat Nego Gaji
Jangan Gugup Saat Nego Gaji
Miliki Harta Produktif Sebanyak Mungkin
Miliki Harta Produktif Sebanyak Mungkin bila Ingin Bebas Finansial
Fungsi Garam untuk Makanan
Fungsi Garam untuk Makanan selain Sebagai Perasa
Desa Wisata Wisata Alam Wisata Kuliner Wisata Religi Wisata Seni Budaya
Museum Kesenian Layang-Layang Jakarta
Museum Kesenian Layang-Layang Jakarta yang Artistik
Harta Karun Kuliner Jakarta yang Mulai Terlupaka
Harta Karun Kuliner Jakarta yang Mulai Terlupakan
destinasi wisata alam Jakarta cocok untuk bersantai
Destinasi Wisata Alam Jakarta Cocok untuk Bersantai