Nama Bulan dan Jumlah Hari dalam Kalender Hijriah

Header 728 x 90 (2)
seminar marketing online

Jika Anda  seorang muslim, Anda harus tahu nama bulan dan jumlah hari dalam kalender hijriah untuk panduan dalam kegiatan sehari-hari baik dalam ibadah maupun muamalah. Kalender hijriah atau tahun hijriah merupakan waktu yang didasarkan pada perputaran Bulan (Qomariah) terhadap Bumi. Berbeda dengan tahun Masehi yang didasarkan pada perputaran Matahari (Syamsiah) terhadap Bumi.

Nama Bulan dan Jumlah Hari dalam Kalender Hijriah

Kalender Hijriah berjumlah antara 354, 355, 356 hari dalam setahun. Perbedaan Hijriah dengan Masehi ialah sekitar 10 – 12 hari (tetapi yang paling sering itu 11 hari) lebih sedikit dengan tahun Masehi, ini mengapa bulan Ramadhan selalu maju setiap tahunnya. Rata-rata jumlah hari pada bulan Hijriah hanya 29 dan 30 hari, namun jumlah bulan dalam 1 tahun Hijriah tetap sama yaitu 12 bulan.

Tahun Hijriah dimulai sekitar abad ke-6 setelah Masehi. Pada kalender Masehi, sebuah hari dimulai setelah tengah malam pukul 00.00. Namun pada sistem Kalender Hijriah, sebuah hari dimulai ketika terbenamnya matahari saat menjelang sore (maghrib). Awal kalender Hijriah dilakukan pada zaman Khalifah Umar bin Khatab, yang menetapkan peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad dari Mekah ke Madinah. Masyarakat sebelum zaman Rasulullah juga telah menggunakan kalender ini, namun mereka bukan menetapkan tahun berapa melainkan tahun apa. Saat itu belum dikenal penomoran tahun. Sebuah tahun akan diberi nama sesuai peristiwa yang cukup penting. Seperti, tahun dimana Nabi Muhammad lahir, yang dikenal dengan sebutan “Tahun Gajah”, karena pada saat itu terdapat penyerbuan Ka’bah di Mekah oleh pasukan Raja Abraham dengan menggunakan kendaraan gajah.

Berikut ini nama bulan di Kalender Hijriah beserta arti atau sebab musababnya

1. Muharam
Dinamkan Muharam karena di bulan ini orang Arab dilarang berperang.

2. Safar
Dinamakan Safar karena saat penamaan bulan, penduduk di perkampungan Arab Sifr (kosong) disebabkan pergi untuk berperang.

3. Rabiul Ula (Awwal)
Dinamakan Rabiul karena saat penamaan bulan jatuh pada musim semi.

4. Rabiul Tsani (Akhir)
Dinamakan Rabiul karena saat penamaan bulan jatuh pada musim semi.

5. Jumadil Ula (Awwal)
Dinamakan Jumada (membeku) karena saat penamaan bulan jatuh pada musim dingin, sebelumnya bulan ini bernama Jumadi khomsah.

banner smart detox plus

6. Jumadil Tsani (Akhir)
Dinamakan Jumada (membeku) karena saat penamaan bulan jatuh pada musim dingin juga, sebelumnya bulan ini bernama Jumadi khomsah sittah.

7. Rajab
Dinamakan Rajab karena saat penamaan bulan, bangsa Arab melepaskan tombak dari besi tajam untuk menahan diri dari peperangan (Rajab).

banner smart detox plus

8. Sya’ban
Dinamakan Sya’ban karena saat penamaan bulan jatuh pada musim dingin, bangsa Arab berpencar ke berbagai tempat untuk mencari air.

9. Ramadhan
Dinamakan Ramadhan karena saat penamaan bulan jatuh pada musim panas dan mencapai puncanya pada bulan ini.

10. Syawal
Dinamakan Syawal karena saat penamaan bulan unta betina kekeringan air susu.

11. Dzulqaidah
Dinamakan Dzulqaidah karena saat penamaan bulan bangsa Arab duduk dan tidak berangkat untuk perang, sebab pada bulan ini diharamkan untuk perang.

12. Dzulhijjah
Dinamakan Sya’ban karena saat penamaan bulan bangsa Arab melaksanakan ibadah haji.

Demikianlah sedikit info tentang nama bulan dan jumlah hari dalam kalender hijriah, semoga bermanfaat.

Jasa Pembuatan Website

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 
Ingin belajar internet marketing gratis segera hubungi 0857-8656-3128 atauKlik Disini
      uptopromo.co.id

      Termurah gratis domain dan hostingDaftar hari ini diskon 50%