Kesalahan dalam Marketing yang Sering Dilakukan Pelaku Bisnis

Seminar Marketing Online

Kesalahan dalam Marketing yang Sering Dilakukan Pelaku Bisnis – Anda merasa sudah melakukan aktivitas pemasaran dengan optimal, namun hasilnya belum juga ada? Mungkin Anda mengalami satu di antara hal-hal yang akan dijelaskan di bawah. Anda melakukan salah satu hal tersebut saja dapat mengakibatkan bisnis tersendat apalagi kalau dilakukan lebih dari satu. Berikut hal-hal atau kesalahan yang sering dilakukan atau dialami seorang pelaku bisnis dalam aktivitas marketingnya.

kesalahan dalam marketing yang sering dilakukan pelaku bisnis

1. Mengharap Pelanggan Datang Sendiri

Pemikiran salah yang seringkali dimiliki oleh pelaku marketing adalah dengan menyediakan produk dan jasa yang berkualitas, maka pelanggan akan datang dengan sendirinya. Hal ini tidak akan terjadi, kecuali jika brand Anda memang sudah terkenal dan punya pelanggan yang memang sudah sangat loyal. Meskipun toko Anda terletak di lokasi yang strategis, tampilan toko menarik, punya produk berkualitas dan layanan yang spektakuler, namun pelanggan tidak akan datang selama Anda tidak melakukan marketing.

Produk-produk baru selalu membanjiri pasar, menghadirkan banyak pilihan kepada konsumen. Jika Anda tidak melakukan marketing, maka awareness konsumen terhadap produk Anda akan semakin pudar dimakan waktu, kalah dengan awareness terhadap produk pesaing. Ciptakan value proposition unik bagi target pasar Anda.

2. Tidak Punya Target Pasar Spesifik

Anda meyakini bahwa produk dan jasa Anda cocok untuk semua orang, sehingga dalam aktivitas marketing tidak menyasar ke target pasar tertentu. Sesungguhnya, perusahaan tidak menyasar target pasar tertentu karena takut kehilangan segmen pasar yang potensial. Hal ini justru mengakibatkan pasar tidak menangkap value dari produk atau layanan tertentu baginya.

Meskipun Anda berusaha untuk menjaring banyak segmen pasar, namun fokuslah pada target pasar utama Anda. Siapkan value proposition yang unik bagi tiap segmen pasar yang potensial, sehingga mereka juga melihat bahwa produk Anda juga memberikan value.

3. Meniru Cara Marketing Pesaing

Anda seringkali terjebak untuk mengikuti strategi marketing pesaing. Pesaing melancarkan strategi pemasaran, yang kemudian sukses besar, sehingga Anda tergoda untuk melakukan hal yang sama. Padahal, mungkin pesaing Anda lebih besar, sehingga jika Anda bersaing langsung dengannya, maka peluang Anda menang kecil.

Jangan mengikuti strategi marketing sukses dari pesaing begitu saja. Misalnya pesaing Anda mengajak untuk perang harga, Anda biarkan saja. Sebaiknya Anda lebih berfokus pada value, bukan hanya harga. Berikan value terbaik untuk konsumen, dengan menyediakan kebutuhan dan keinginan mereka yang belum terpenuhi. Lakukan diferensiasi, dan berikan alasan-alasan bagi pelanggan untuk memilih produk Anda dibandingkan pesaing.

4. Riset dan Pengujian Yang Kurang

Marketing sudah dilaksanakan, namun ternyata hasilnya tidak sesuai dengan ekspektasi. Sebelum menjalankan aktivitas marketing, sebaiknya Anda harus melakukan riset dan pengujian. Cari tahu apa yang menjadi keinginan dan kebutuhan pelanggan. Lakukan due diligence terlebih dahulu sebelum Anda mengambil keputusan terkait dengan marketing, baik itu harga, penawaran, kemasan, promo, dan lainnya. Dapatkan feedback dari para pelanggan Anda sebelumnya.

5. Menganggap Pemasaran Sebagai Beban

smart detox

Kebanyakan perusahaan seringkali memandang marketing sebagai beban, bukannya investasi. Akibatnya, perusahaan tidak mengalokasikan sumber daya yang cukup ke bidang marketing dan juga tidak menjadikannya sebagai bagian penting dari strategi bisnis. Akibatnya uang yang masuk ke perusahaan juga kurang.

Sementara itu, marketing berbeda, karena justru menarik uang masuk ke perusahaan, tidak hanya sekedar menghabiskan anggaran. Oleh sebab itu, sudah seharusnya perusahaan mengalokasikan sumber daya yang cukup untuk marketing, sehingga aktivitasnya dapat dilakukan dengan optimal dan memberi kontribusi pendapatan kepada perusahaan.

6. Tidak Tahu Acquisition Cost Pelanggan

Kesalahan yang juga sering terjadi adalah manajemen tidak mengetahui betul berapa biaya untuk mengakuisisi seorang pelanggan. Sehingga, tidak ada pula statistic yang mengukur customer lifetime value. Padahal, informasi ini penting untuk mengambil keputusan marketing. Dengan mengetahui biaya akuisisi pelanggan dan customer lifetime value, maka Anda akan tahu seberapa banyak Anda harus berinvestasi di pemasaran.

Seringkali perusahaan berinvestasi lebih besar dibandingkan dengan customer lifetime value, sehingga mengakibatkan kondisi finansial memburuk. Jadi, sebelum melakukan aktivitas marketing, ketahui terlebih dulu customer lifetime value dari pelanggan.

7. Hanya Fokus Pada Pelanggan Baru dan Melupakan Pelanggan Lama

Anda harus memahami bahwa bisnis Anda bisa berjalan baik saat ini sebagian berasal dari pelanggan lama, dan sebagian kecil dari pelanggan baru. Kesalahan yang sering terjadi adalah Anda hanya berfokus untuk mengakuisisi pelanggan baru dan melupakan pelanggan lama. Hubungan yang sudah terjalin dengan pelanggan lama tidak dibina dengan baik, sebaliknya malah mengejar pelanggan baru. Pelanggan lama hilang, sementara biaya akuisisi pelanggan baru lebih tinggi, akibatnya tentu kurang baik secara finansial

Demikian info tentang Kesalahan dalam Marketing yang Sering Dilakukan Pelaku Bisnis semoga bermanfaat.

smart detox

Sumber: Irsan Widyawan

loading...

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Oke Theme Tools Sosmed Tools Website Website
insightzilla tools untuk para facebook marketer
InsightZilla Tools untuk Para Facebook Marketer
Plugin WP Affiliasi untuk Membuat Website Program Reseller dan Affilliate
Plugin WP Affiliasi untuk Membuat Website Program Reseller dan Affilliate
lapax theme solusi bagi website toko online
Lapax Theme Solusi Bagi Website Toko Online