Cara Pencairan Dana Jaminan Hari Tua BPJS Ketenagakerjaan

Header 728 x 90 (2)
seminar marketing online

Pencairan dana JHT BPJS Ketenagakerjaan diatur dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia (RI) nomor 19 tahun 2015 tentang Tata Cara dan Persyaratan Pembayaran Manfaat Jaminan Hari Tua.

banner smart detox plus

Cara Pencairan Dana Jaminan Hari Tua BPJS Ketenagakerjaan

Manfaat dana Jaminan Hari Tua (JHT) dibayarkan kepada peserta bila :

  1. Peserta Jaminan Hari Tua (JHT) mencapai usia pensiun dan atau peserta Jaminan Hari Tua yang berhenti bekerja. Peserta yang berhenti bekerja meliputi :
  • Peserta JHT mengundurkan diri dari pekerjaannya
  • Peserta JHT terkena pemutusan hubungan kerja (PHK)
  • Peserta JHT meninggalkan Indonesia untuk selama-lamanya yang dibuktikan dengan surat pernyataan tidak bekerja lagi di Indonesia, fotokopi paspor dan fotokopi visa bagi tenaga kerja WNI
  1. Peserta Jaminan Hari Tua (JHT) mengalami cacat fisik total dan tetap
  2. Peserta Jaminan Hari Tua (JHT) meninggal dunia. Jika peserta meninggal dunia maka dana JHT diberikan kepada ahli warisnya

Dana Jaminan Hari Tua (JHT) diberikan kepada ahli warisnya sesuai urutan yaitu sebagai berikut :

  • Istri atau suami dan anak
  • Keturunan sedarah peserta Jaminan Hari Tua (JHT) menurut garis lurus ke atas dan ke bawah sampai derajat kedua garis lurus ke atas yaitu ayah, ibu, kakek, dan nenek. Untuk garis lurus ke bawah yaitu cucu
  • Saudara kandung
  • Mertua
  • Pihak yang ditunjuk dalam wasiat peserta Jaminan Hari Tua (JHT). Jika pihak yang ditunjuk tidak ada, maka dana Jaminan Hari Tua dikembalikan ke Balai Harta Peninggalan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-udangan yang berlaku.

Berikut persyaratan pencairan dana Jaminan Hari Tua (JHT) antara lain :

  1. Kartu peserta BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) Ketenagakerjaan yang asli
  2. Fotokopi KTP dan KK (Kartu Keluarga) yang masih berlaku
  3. Surat keterangan berhenti bekerja karena usia pensiun atau surat pengunduran diri dari perusahaan tempat bekerja atau bukti persetujuan bersama yang telah didaftarkan di pengadilan hubungan industrial jika peserta Jaminan Hari Tua (JHT) mencapai usia pensiun
  4. Surat keterangan dokter bila peserta Jaminan Hari Tua (JHT) mengalami cacat total
  5. Surat keterangan kematian dari Rumah Sakit atau kepolisian atau kelurahan, surat keterangan ahli waris dari instansi yang berwenang jika peserta Jaminan Hari Tua meninggal dunia

Pencairan dana JHT ini akan dibayarkan secara tunai dan sekaligus setelah melewati masa tunggu satu bulan tertanggal peserta pensiun atau mengalami cacat total tetap.

Demikian info tentang Cara Pencairan Dana Jaminan Hari Tua BPJS Ketenagakerjaan semoga bermanfaat.

banner smart detox plus

sumber: BPJS Ketenagakerjaan Yogyakarta

Jasa Pembuatan Website

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 
Ingin belajar internet marketing gratis segera hubungi 0857-8656-3128 atauKlik Disini
      canggu bali villa beachfront

      With superb service and food