Budidaya Ikan Beong yang Menghasilkan

Header 728 x 90 (2)
seminar marketing online

Budidaya ikan beong yang menghasilkan – Ikan beong yang memiliki nama latin mystus nemurus ditengarai hampir punah. Ikan yang hidupnya di alam bebas seperti di sejumlah sungai di pulau Jawa khususnya di Sungai Progo yang kini sangat sulit ditemui. Namun berkat penelitian yang terus dilakukan Fidil Rahmad, Kepala UPT Balai Benih Ikan (BBI) Sawangan Dinas Peternakan dan Perikanan (Peterikan) Kabupaten Magelang, berhasil membudidayakannya. Bahkan sejak awal 2014 mulai menebarkan ke sejumlah sungai. Salah satunya ke Sungai Progo yang menjadi habitatnya.

Budidaya Ikan Beong yang Menghasilkan

Ikan beong bentuk tubuhnya mirip dengan ikan patin dan lele. Fidil melakukan pengamatan soal hidup ikan beong sejak akhir 2014. Dengan dibantu 3 orang petugas di BBI, Fidil mencoba membandingkan dua jenis pakan ikan beong. Pertama dengan memberikan pakan pelet yaitu sekitar 3 ribu ekor dan yang kedua yaitu sekitar 500 ekor dengan ikan hidup jenis melem. Untuk diketahui, ikan beong merupakan jenis ikan karnivora atau pemakan daging.

Meski belum selesai pengamatannya, namun hasil sementara sudah dapat diketahui. Salah satu hasil dari pengamatan tersebut yaitu perkembangan ikan beong jauh lebih cepat jika diberi pakan hidup dibandingkan dengan diberi pakan pelet. Tetapi ikan ini dapat juga dikembangkan oleh para pembudidaya atau masyarakat di kolam dengan pakan pelet.

Nilai Ekonomi Ikan Beong

Ikan beong memiliki warna hitam dengan tiga patil (senjata) di tubuhnya. Ikan ini memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Apalagi, jenis ikan beong ini sebagai salah satu menu khas di sejumlah warung makan khususnya di Kabupaten Magelang yang banyak diminati masyarakat.

Dari dua pasang ikan beong akan bisa menghasilkan sekitar 30 ribu ekor benih. Proses perkawinan ikan beong memerlukan waktu dan proses yang panjang. Karena, saat proses perkawinan ikan jantan membelit tubuh betina hingga puluhan kali sampai sel telurnya habis. Diperkirakan waktunya memerlukan 3 sampai 4 jam saat proses perkawinannya. Selama itu, indukan ikan beong bisa kawin selama 10 – 12 kali. Peternak juga harus telaten memindahkan telur dengan substratyang terbuat dari ijuk. Dalam satu kali proses perkawinan itu, satu ekor ikan beong betina bisa menghasilkan 15 ribu telur.

Setelah umur sekitar 3 minggu, anakan beong berukuran panjang sekitar 3 sentimeter. Namun belum siap dilepaskan. Baru jika anakan mencapai panjang hingga 5 atau 7 sentimeter, siap dilepas ke habitat aslinya di Sungai Progo.

Kelemahan ikan beong jika dipelihara di kolam

banner smart detox plus

Ikan beong memiliki beberapa kelemahan jika dipelihara dikolam yaitu

1. Rentan terhadap oksigen yang rendah
2. Tidak memiliki alat pernapasan tambahan
3. Kalau air tidak bersih akan mati

Tidak seperti ikan lele air keruh tidak jadi masalah karena memiliki alat pernapasan tambahan, sehingga kalau air tidak bersih maka ikan beong akan mati. Selain itu, ikan beong juga gampang terkena parasit bintik putih jika kondisi air jelek, cuaca terlalu panas, fluktuasi terlalu tinggi rentan terkena parasit ikan beong tersebut. Oleh karena itu agar bisa dibudidayakan di kolam dengan baik, pembudidaya harus bisa mengantisipasi hal-hal tersebut.

Demikian info peluang bisnis tentang budidaya ikan beong yang menghasilkan semoga bermanfaat.

banner smart detox plus

sumber : Kedaulatan Rakyat

Jasa Pembuatan Website

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 
Ingin belajar internet marketing gratis segera hubungi 0857-8656-3128 atauKlik Disini
      daftar harga pagar brc di jakarta

      Grosir & Eceran - Kunjungi Sekarang